Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kecelakaan Tank TNI Purworejo

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kecelakaan Tank TNI Purworejo ilustrasi

Covesia.com - Pada Sabtu (10/3/2018) siang kemarin terjadi kecelakaan menyangkut satu tank angkut personel M-113 di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah. Tank itu mengangkut anak-anak PAUD Ananda, dari Kelurahan Sindurjan, Purworejo. 

Informasi menyatakan, rombongan PAUD Ananda yang turut dalam program outbond yang melibatkan tiga unit tank angkut personel M-113 itu terdiri dari 16 anak dan seorang guru. Selain mereka, masih ada TK Masitoh (71 anak dan empat guru), TK Siwi (20 anak dan dua guru), PAUD Lestari (20 anak dan empat guru), PAUD Handayani (35 anak).

Pelaksanaan outbound bagi anak-anak itu dipecah menjadi dua gilir jalan, dengan anak-anak menaiki kabin tank M-113. Pada gilir jalan kedua, insiden itu terjadi, setelah satu tank M-113 tergelincir dan masuk ke dalam Sungai Bogowonto. 

“Tidak ada yang meninggal di dalam kabin tank. Adapun korban jiwa terjadi pada saat mereka sudah keluar dari tank dan terseret arus Sungai Bogowonto. 

Seorang personel Batalion Infantri Mekanis 412, Prajurit Satu Rendy dan Kepala PAUD Ananda, Iswandari meninggal dunia. Rendy meninggal dunia setelah dia berupaya sekuat tenaga menyelamatkan warga sipil yang turut dalam tank itu.

Ratusan pelayat mengiringi pemakaman jenazah korban kecelakaan tank di Sungai Bogowonto Purworejo, Jawa Tengah, Iswandari (53), warga Sindurejan, Purworejo, yang juga dikenal sebagai Kepala PAUD Ananda.

Para tetangga, kerabat, sahabat korban serta sejumlah prajurit TNI mengantar jenazah hingga di Pemakaman Sibak, Kelurahan Sindurejan, Purworejo, Minggu (11/3/2018).

Suami almarhumah, Iman Teguh Widodo (54), beserta dua anaknya juga mengantar jenazah ke pemakaman.

Suami korban terlihat tegar menghadapi cobaan tersebut, bahkan dia sempat ikut mengusung jenazah saat dimasukkan ke mobil jenazah yang akan mengantar ke pemakaman.

Iman mengatakan pihaknya ikhlas dengan kepergiaan istrinya, ini sudah menjadi ketentuan Allah.

Seorang pelayat, guru TK Siwi Peni yang juga ikut kegiatan outbond bersama alamrhumah, Anggi, menuturkan saat terjadi kecelakaan dirinya masih menunggu giliran untuk naik tank.

Ia menuturkan ada tiga tank yang dinaiki pada kegiatan tersebut. Pada kelompok pertama ketiga tank berjalan tanpa gangguan.

Kemudian kelompok kedua, tank kedua yang ditumpangi korban terjadi kecelakaan tersebut. Tank tersebut ditumpangi sekitar 20 anak dan wali murid serta tiga hingga lima personel TNI.

Ia mengatakan kunjungan anak-anak TK dan PAUD gugus Cempaka ke Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad tersebut sudah direncanakan sejak Januari 2018.

Ia menuturkan anak-anak bersama pendamping berangkat ke lokasi dengan dijemput dua truk TNI pada Sabtu (10/3) sekitar pukul 07.30 WIB.

"Saat kejadian kecelakaan saya tidak tahu persis, tahu-tahu ada kabar bahwa tank mengalami kecelakaan dan ternyata ada dua korban meninggal, yakni dari anggota TNI dan almarhumah ibu Iswandari," katanya.

Iswandari bersama-sama murid PAUD Ananda mengalami kecelakaan dalam kegiatan outbound di kawasan Sungai Bogowonto Purworejo pada Sabtu pagi (10/3), dimana tank yang mereka tumpangi tergelincir dan masuk ke sungai yang dalam. Ia dan seorang anggota TNI tewas dalam kejadian itu, sementara murid-murid PAUD selamat meskipun harus mendapatkan perawatan medis.

(ant/sea)

Baca juga: Bawa Rombongan Outbond Anak Paud di Purworejo, Tank Angkut Personel M-113 TNI Jatuh ke Sungai

Berita Terkait

Baca Juga