Myanmar Bantah Tuduhan PBB Terkait Pembersihan Etnis Rohingya

Myanmar Bantah Tuduhan PBB Terkait Pembersihan Etnis Rohingya Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Seorang pejabat senior Myanmar pada Kamis (08/03) membantah tuduhan PBB bahwa pemerintahannya telah melakukan "pembersihan etnis" terhadap kelompok etnis muslim Rohingya.

"Kami sering mendengar banyak tuduhan bahwa ada pembersihan etnis atau bahkan genosida di Myanmar... ini bukan kebijakan pemerintah," ujar Penasihat Keamanan Nasional Myanmar Thaung Tun, Menteri Perhimpunan untuk Kantor Perhimpunan Pemerintah Myanmar dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di Eropa, Jenewa.

"Kapan pun ada bukti jelas, kami akan memastikan tindakan tersebut diambil terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan atau orang-orang yang menyebabkan pelanggaran HAM," tambahnya.

Pada Rabu, kepala HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein meminta sebuah badan baru ditugaskan menyiapkan dakwaan pidana atas kekejaman yang dilakukan di Myanmar, setelah sebuah panel serupa dibentuk untuk konflik Suriah.

Dalam laporan tahunannya kepada dewan tersebut, Zeid mengemukakan kembali kekhawatirannya bahwa "tindakan genosida telah terjadi" di wilayah Rohingya, negara bagian Rakhine.

Diperkirakan 700.000 warga Rohingya telah melarikan diri dari perbatasan ke Bangladesh sejak tindakan keras tentara diluncurkan di Rakhine pada Agustus.

Myanmar menyalahkan militan Rohingya atas serangan 25 Agustus terhadap pos keamanan di negara bagian Rakhine yang memicu tindakan keras militer sengit.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga