100 RW Terdampak Banjir di Jakarta

100 RW Terdampak Banjir di Jakarta Anak- anak bermain saat banjir di Duri Kosambi Cengkareng Jakbar. (Jhon Rico/Covesia.com)

Covesia.com- Sebanyak 100 rukun warga tersebar di 37 kelurahan wilayah DKI Jakarta terdampak banjir dari curah hujan yang deras, Kamis (15/2/2018).

Sebaran titik banjir dan genangan di Jakarta Timur ada 11 RW yakni Cakung Barat, Jatinegara 1 RW, Kayu Putih 2 RW, Pulo Gadung 2 RW, Pulo Gebang 1 RW, Rawa Terate 1 RW dan Rawamangun 2 RW.

Di Jakarta Pusat ada 9 RW yakni Cempaka Putih Barat 1 RW, Cemapak Putih Timur 4 RW, Johar Baru 1 RW, Kartini 1 RW, Kramat 1 RW dan Paseban 1 RW.

Wilayah Jakarta Selatan ada 56 RW yang tergenang banjir yakni Cengkareng Barat 3 RW, Duri Kepa 5 RW, Duri Kosambi 1 RW, Jati Pulo 1 RW, Jelambar Baru 1 RW, Kalideres 2 RW, Kamal 9 RW, Kapuk 14 RW, Kedoya Utara 1 RW, Kembangan Utara 1 RW, Rawa Buaya 2 RW, Tegal Alur 15 RW dan Wijaya Kesuma 1 RW.

Sedangkan genangan air di Jakarta Utara ada 24 RW yakni : Ancol : 1 RW, Kamal Muara : 2 RW, Kapuk Muara:1 RW, Kelapa Gading Barat: 1 RW, Kelapa Gading Timur : 5 RW, Lagoa : 1 RW, Pegangsaan Dua : 8 RW, Penjaringan : 2 RW, Sungai Bambu : 2 RW dan Sunter Jaya :1 RW.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan redanya hujan menyebabkan banjir dan genangan mulai surut.

"Banjir dan genangan disebabkan oleh drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. Hujan lebat menyebabkan aliran permukaan melebihi kapasitas pengaliran drainase. Banjir dan genangan saat ini lebih cepat surut," kata Sutopo dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air. Pembangunan yang masif dengan kondisi permukaan yang kedap air dan terbatasnya resapan air dan konservasi tanah.

"Dan air telah menyebabkan sekitar 85 persen curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan. Hanya sekitar 15 persen yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah," kata Sutopo.

Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan. Ke depan perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, taman sebagai resapan air dan lainnya, katanya.

(jon/ant)

 

Berita Terkait

Baca Juga