KPK Dinilai Makin Bagus dan Garang Ungkap Kasus Korupsi

KPK Dinilai Makin Bagus dan Garang Ungkap Kasus Korupsi Pengamat Politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti (tengah). (antara)

Covesia.com- Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin garang dan berani mengusut berbagai macam kasus korupsi di negri ini.

Menurut Ray, apa yang dilakukan belum pernah dilakukan KPK sebelumnya. "Bongkar kasus E-KTP saja dan menetapkan SN sebagai tersangka saja, KPK melakukannya. Kok sekarang mintanya kasus di polisi dan kejaksaan. Apa tidak turun contoh tuh," kata Ray kepada Covesia.com, Kamis (15/2/2018).

Ia pun mengatakan bahwa KPK sedang menggarap Kasus besar lainnya terkait BLBI. "Jelas KPK yang sekarang makin bagus dan garang. Hampir tiap minggu satu kepala daerah ditangkap karena suap atau pengembangan kasus. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Nah. kritik-kritik seperti di atas seperti kehilangan faktualitasnya," tandas Ray.

Menurutnya, apapun yang yang dilakukan KPK tak luput dari tudingan- tudingan miring. "Apa sih yang tak dituding soal KPK ini. Dulu menteri dan ketua partai ditangkapi, disebut tebang pilih. Kenapa ketua partai Islam saja yang ditangkapi. Faktanya Anas ditangkap, SN ditangkap," paparnya.

Dulu, tambah Ray, banyak menteri ditangkap, KPK juga dimarahi. "Intinya, siapapun yang ditangkap KPK, selalu saja ada yang gelisah. Lalu kegelisahannya diekspresikan dengan ucapan, KPK tebang pilih, KPK beraninya hanya pada kasus-kasus kecil, KPK tidak menyentuh kekuasaan, dan sebagainya," ujar Ray.

Ray menganggap bahwa tuduhan yang kehilangan faktualitasnya ini tetap diproduksi dengan subjek-subjek baru. Salah satunya soal polisi dan jaksa itu.

"Padahal jaksa yang OTT juga pernah ditangkap KPK. Kini OTT banyak ke kepala daerah, lalu dituduh KPK berpolitik. Bagaimana membuktikannya?. Hanya pakai asumsi dengan jalinan kisah yang dikaitkan dari sana sini," katanya.

Yang pasti itu, kata Ray, KPK bersalah besar jika mengetahui seseorang melakukan suap dan korupsi lalu mengabaikannya hanya karena mau menjelang pilkada.

Sebelumnya, Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakkir menganggap bahwa  KPK melemahkan lembaganya sendiri dimana KPK tidak bisa lagi mengusut kasus-kasus yang berkaitan denga Polisi dan Kejaksaan, bahkan kalangan elit di Indonesia.

"KPK sendiri yang bikin lemah karena lari dari tugasnya yang sebenarnya. Kan nggak pernah kita dengar KPK jerat Kejaksaan, Kepolisian juga walaupun ada nanti gugur lagi di praperadilan," kata Mudzakkir.

Akibatnya lanjut Mudzakkir KPK hanya bisa menyasar korupsi-korupsi yang dilakukan pejabat-pejjabat daerah, DPR dan pihak swasta. "KPK tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Bahkan kasus-kasus yang dijanjikan pun seperti BLBI hanya menyasar pada pihak-pihak swasta kemudian Century malah diam saja sampai sekarang," tambahnya.

(jon)


 

 

Berita Terkait

Baca Juga