Pengamat: Langkah PDIP Tarik Dukungan pada Marianus Sudah Tepat

Pengamat Langkah PDIP Tarik Dukungan pada Marianus Sudah Tepat Marianus Sae (Dok.Pribadi)

Covesia.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya sudah mencabut dukungan kepada Marianus Sae (MS) untuk maju dalam Pilkada Serentak Juni 2018 sebagai calon gubernur NTT 2018 karena telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap.

Sementara dalam aturan KPU, PDIP tidak bisa mencabut dukungan terhadap calon yang sudah ditetapkan.Ketentuan tersebut ada di Pasal 82 huruf b Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017. Dalam Pasal tersebut disebutkan bahwa parpol atau gabungan parpol dilarang menarik dukungan kepada calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 huruf a.

Di dalam Pasal 82 huruf a disebutkan bahwa parpol hanya dapat mengajukan calon pengganti paling lama 7 hari sejak calaon atau pasangan calon dinyatakan berhalangan tetap, atau sejak pembacaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan tetap.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai dalam kasus tersebut PDIP sebagai partai pengusung tidak salah karena mereka mengedepankan pendekatan moral dan etika.

"Artinya, bagi PDIP calon yang diusung itu terbebas dari perilaku koruptif," tegas Emrus menjawab covesia.com, Senin (12/2/2018).

Sementara KPUD sendiri juga tidak salah. Menurutunya, KPUD sebagai penyelenggara Pilkada berpedoman pada peraturan yang berlaku.

"KPUD bertindak atas aturan, aturan itu seperti kacamata kuda, lurus kedepan," ujarnya.

Tapi jika dipilih salah satunya, Emrus cenderung lebih memilih pendekatan moral dan etika tersebut.

Dia menilai PDIP telah melakukan hal yang tepat dengan menarik dukungan terhadap Marianus.

"Memang akan ada konsekuensinya, tapi menurut saya yang terpenting dilakukan itu konsekuensi moralnya jika PDIP tetap mengusung Marianus," jelasnya. 

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga