Meski jadi Tersangka Korupsi, Jambi Gelar Talk Show Dua Tahun Zola-Fachrori

Meski jadi Tersangka Korupsi Jambi Gelar Talk Show Dua Tahun ZolaFachrori Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli (Foto: Instagram)

Covesia.com - Pemerintah Provinsi Jambi akan menggelar talk show dan seminar refleksi dua tahun kepemimpinan Zumi Zola-Fachrori Umar, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi periode 2016-2021.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Senin (12/2/2018), mengatakan dalam kurun waktu dua tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, talkshow dan seminar akan diadakan pada 20 Februari 2018 mendatang.

Johansyah menjelaskan, talkshow dan seminar tersebut merupakan wahana penyampaian berbagai capaian hasil pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi.

Dimana kepemimpinan Zola-Fachrori dalam pembangunan mengusung visi Jambi Tertib Unggul Nyaman Tangguh Adil dan Sejahtera atau lebih dikenal Jambi TUNTAS.

"Dalam seminar tersebut Gubernur Jambi, Zumi Zola akan memaparkan langsung capaian hasil pembangunan selama dua tahun, serta berbagai tantangan yang dihadapi," kata Johansyah.

Johansyah mengatakan, melalui refleksi tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi juga menerima berbagai masukan dari masyarakat, baik kritik maupun saran yang sifatnya konsruktif, bersifat membangun.

Seperti diketahui, Zumi Zola-Fachrori Umar dilantik Presiden RI Joko Widodo sebagai gubernur dan wakil gubernur Jambi periode 2016-2021 pada 12 Februari 2016 lalu di Istana Negara bersama enam pasangan gubernur dan wakil gubernur lainnya.

Sementara itu ubernur Jambi 2016-2021 Zumi Zola ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan gratifikasi senilai Rp6 miliar, Jumat (02/02/2018).

"KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup ada dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di provinsi Jambi dan penerimaan lain. KPK menetapkan 2 tersangka baru yaitu ZZ (Zumi Zola) Gubernur Jambi periode 2016-2021 kemudian ARN (Arfan) adalah Kepala Bidang Bina Marga PUPR provinsi Jambi" kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK sebagaimana yang dikutip dari Antara di Jakarta.

"Tersangka ZZ baik bersama dengan ARN maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp6 miliar," ujar Basaria menambahkan.

Zumi dan Arfan disangkakan pasal 12 B atau pasal 11 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(ant/utr)

Berita Terkait

Baca Juga