Pengungsi Gunung Agung Pulang Kampung Secara Mandiri

Pengungsi Gunung Agung Pulang Kampung Secara Mandiri Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat mengunjungi pengungsi Gunung Agung (setkab.go.id)

Covesia.com - Sejumlah pengungsi yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung mulai pulang kembali ke kampung halamannya secara mandiri dengan meninggalkan Posko Pengungsian GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Minggu.

Kepulangan warga pengungsi tersebut sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait penurunan status Gunung Agung dari Level IV (Awas) ke Level III Siaga) yang dikeluarkan Sabtu (10/2) pukul 09.00 Wita.

Sejumlah pengungsi sejak Minggu pagi tampak mengangkuti barang-barang mereka selama mengungsi seperti pakaian, televisi, alat memasak, bahkan sepeda motor ke atas kendaraan truk dan mobil bak terbuka.

Nyoman Warti, seorang pengungsi asal Desa Sebudi mengaku dirinya bersama keluarga memutuskan pulang karena status Gunung Agung telah diturunkan.

"Saya sebenarnya masih khawatir untuk pulang, tapi karena status Gunung Agung sudah turun, maka saya harus pulang. Sebenarnya petugas menginstruksikan untuk menunggu dulu karena Senin (12/2) akan difasilitasi pulang. Tapi saya memilih pulang secara mandiri saja," katanya.

Sementara itu, Putu Andi yang juga berasal dari Desa Sebudi, mengaku dirinya kembali ke rumah secara mandiri karena tidak mendapatkan informasi terkait dengan pemulangan pengungsi ke rumah mereka masing-masing.

"Hari ini (11/2), saya memilih pulang secara mandiri bersama keluarga karena tidak tahu ada sosialisasi pemulangan dari pihak terkait. Terlalu lama di pengungsian sebenarnya juga bosan," katanya.

Namun, Putu Andi juga mengaku bahwa dirinya sebenarnya masih merasa was-was dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Ia pun juga siap untuk mengungsi kembali jika aktivitas Gunung Agung kembali meningkat.

"Rumah saya dekat sekali dengan Gunung Agung. Saya pulang tapi akan terus memantau perkembangan Gunung Agung. Jika kembali terjadi erupsi, saya akan langsung kembali mengungsi di GOR Swecapura lagi," katanya.

Selain menurunkan status Gunung Agung menjadi Siaga. PVMBG juga mempersempit jarak zona perkiraan bahaya yang awalnya 6 kilometer menjadi 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Hal tersebut membuat ribuan pengungsi yang awalnya berasal dari daerah di dalam radius zona perkiraan bahaya, diperbolehkan kembali pulang dan beraktivitas normal di daerah asal.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga