IPW: Anggota Polisi yang Terlibat harus Dipecat

IPW Anggota Polisi yang Terlibat harus Dipecat Ilustrasi polisi. (Muhammad Fitrah/covesia.com)

Covesia.com - Bentrok antara aparat keamanan di Batam sepertinya tak habis-habisnya. Belum tuntas kasus bentrokan antara oknum TNI-Polri beberapa waktu lalu, bentrok kembali terjadi antar sesama oknum anggota Polri, Rabu (17/12/2014).

"Seluruh anggota polisi yang terlibat bentrokan harus dipecat. Pimpinan kepolisian di Kepulauan Riau dicopot dari jabatannya," tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam blackberry massanger-nya yang diterima covesia.com, Kamis (18/12/2014).

Neta mengatakan, IPW menilai bentrok yang terjadi di Batam adalah gambaran betapa lemahnya pengawasan pimpinan terhadap bawahannya. Bentrok itu menunjukan sikap arogan, superioritas dan ketidakpedulian oknum anggota Polri yang seharusnya menciptakan rasa aman bagi publik.

"Bentrokan itu menjadi teror baru bagi warga Batam di tengah belum tuntasnya kasus bentrokan TNI-Polri beberapa hari lalu," katanya.

Bentrokan pada, Rabu (17/12/2014) lalu, terjadi antara oknum anggota Polda dengan oknum anggota dari satuan Polair yang saling menenteng senjata. Lima orang terluka dan sejumlah tempat dihancurkan dalam bentrokan tersebut. Peristiwa ini menunjukan anggota Polri tersebut tidak peduli dengan situasi psikologis warga Batam yang masih trauma pascabentrokan TNI-Polri.

"Elit-elit Polri tidak cukup hanya minta maaf dalam kasus ini. Tapi harus memaparkan kasus ini secara transparan, mengganti semua kerusakan, mengganti biaya pengobatan korban, memecat semua polisi yang terlibat, dan mencopot pimpinan kepolisian di Kepri," ujar Neta.

Selama ini elit Polri, kata Neta, cenderung melindungi anggotanya yang terlibat tindak pidana. Anggota Polri yang melakukan pengeboman Wisma Bhayangkari Jakarta misalnya, tidak dipecat dan masih berkarir di Polri.

Begitu juga dengan seorang Kapolsek di Jawa Barat yang terlibat kasus narkoba hanya dimutasi ke Papua. Aksi melindungi ini sangat tidak mendidik dan tidak akan membuat efek jera serta tidak melahirkan keteladanan.

"Sikap-sikap elit Polri inilah yang membuat jajaran bawah kepolisian sering bertindak semaunya, termasuk doyan bentrok, seperti di Batam. Sikap negatif elit Polri ini perlu direvolusi mental agar jajaran bawahnya tidak bertindak semaunya," tukasnya. (hat/bim)

Berita Terkait

Baca Juga