Batal, Kejari Pasaman Panggil Ulang Walinagari Cubadak

Batal Kejari Pasaman Panggil Ulang Walinagari Cubadak Kantor Walinagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman yang digeledah penyidik kejaksaan setempat terkait kasus dugaan korupsi. (foto yulisman/covesia)

Covesia.com - Tim penyidik Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, akan memanggil ulang Walinagari Cubadak, M. Dahril Lubis, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBN) tahun anggaran 2010 - 2013, dengan kerugian negara sekitar Rp93 juta.

"Ya benar tersangka belum jadi diperiksa, nanti akan kita panggil kembali. Saat ini kita sedang membuat jadwal pemanggilannya," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping, Pasaman, Zulkarnain Harahap ketika dikonfirmasi covesia.com, Kamis (18/12/2014).

Zulkarnain Harahap menjelaskan, sebelumnya penyidik sudah melakukan penggeledahan kantor Walinagari Cubadak dan rumah pribadi sekretaris Walinagari Cubadak. Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita barang bukti sebanyak tiga kardus di kantor Walinagari Cubadak, Pasaman. Penggeledahan berlangsung selama empat jam lebih tanpa pengawalan dari pihak kepolisian.

Kedatangan 6 orang tim penyidik Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping saat itu membuat walinagari dan stafnya terkejut. Apalagi masyarakat setempat banyak yang sedang mengurus surat di kantor tersebut. "Kita menggeledah ruang walinagari, ruang sekretaris nagari, ruang bendahara dan rumah pribadi sekretaris nagari," katanya.

Dijelaskannya, tiga kardus yang disita itu berisi 18 buah stempel palsu, 10 rangkap kwitansi kosong tapi sudah distempel. Dan data-data penyaluran dana lainnya yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBN) tahun anggaran 2010 - 2013.

"Barang bukti itu sudah kita bawa ke kantor kita," kata Zulkarnain Harahap.

Penyidik sudah meminta keterangan saksi dari dua pejabat yakni Camat Dua Koto, Tasrim Yules, dan Kasi Pemerintahan Junaidi. Kedua saksi yang diperiksa tersebut, terkait pengetahuan mereka dengan penggunaan dana APB Nagari di Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. (man/bim)

Berita Terkait

Baca Juga