Jasad Penumpang Ditemukan Terapung di Tengah Laut

Jasad Penumpang Ditemukan Terapung di Tengah Laut Ilustrasi pencarian korban tenggelam di laut oleh tim SAR. (sumber: pontianak.basarnas.go.id)

Covesia.com - Pencarian satu orang penumpang speed boat yang tenggelam di perairan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, akibat dihantam badai, membuahkan hasil. Pagi ini, Kamis (18/12/2014), jasad korban ditemukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam kondisi terapung.

Informasi yang berhasil dihimpun covesia.com menyebutkan, korban yang diketahui bernama Mak Etek (50), ditemukan terapung di tengah laut sekitar pukul 08.30 WIB pagi. Setelah dievakuasi jasad korban dibawa ke rumah sakit setempat untuk dilakukan visum. Pihak yang berwenang sedang menunggu kedatangan keluarga korban.

"Ya saya mendengar bahwa salah seorang penumpang kapal cepat yang tenggelam itu sudah ditemukan, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tadi pagi saya melihat petugas membawa jenazahnya ke dermaga," kata Her, salah seorang warga Mentawai ketika dihubungi covesia.com melalui telpon genggamnya, Kamis pagi.

Pencarian korban yang tenggelam dilakukan sejak Rabu (17/12/2014) kemarin. Namun karena cuaca yang tak mendukung, pencarian korban dihentikan pada malam hari. Dan saat dilanjutkan Kamis pagi ini, saat itulah jasad korban ditemukan terapung di tengah laut.

Seperti diberitakan, speed boat atau kapal cepat itu tenggelam setelah dihantam gelombang besar di perairan Siberut Barat Daya, dalam perjalanan menuju Tuapejat Kepulauan Mentawai, Selasa (16/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penumpang kapal tersebut sebanyak 6 orang. Sebanyak 5 orang bisa diselamatkan oleh nelayan setempat, namun satu orang penumpang yang bernama Mak Etek dinyatakan hilang.

Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai, AKBP. Reko Indro Sasongko ketika dikonfirmasi covesia melalui telpon genggamnya tidak menyaut. Ketika di sms tidak ada balasan. Sementara itu Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hari Samahura ketika dikonfirmasi melalui telpon gengamnya juga tidak ada jawaban. (man/bim)

Berita Terkait

Baca Juga