Pakar: Tak Ada Bentuk Rasis yang Dilakukan Burhanudin Muhtadi Terhadap Suku Minang

Pakar Tak Ada Bentuk Rasis yang Dilakukan Burhanudin Muhtadi Terhadap Suku Minang Pakar: Tak Ada Bentuk Rasis yang Dilakukan Burhanudin Muhtadi Terhadap Suku Minang

Covesia.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dinilai rasis terhadap suku Minangkabau oleh Netizen setelah merilis analisis survey yang menyatakan masyarakat Minang atau suku di Sumatera Barat ini merupakan satu-satunya suku yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi.

Pakar Politik Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Edi Indrizal menilai pernyataan tersebut bukan merupakan bentuk Rasis yang dilakukan Burhanudin terhadap suku Minangkabau.

"Dalam survey di masyarakat ada analisi dari dimensi demografis. Dimensi demografis tersebut ada berdasarkan kelompok umur, gender, pendidikan, bisa juga pekerjaan dan bahkan suku bangsa juga masuk di dalamnya," jelasnya kepada Covesia, Kamis (11/2/2016).

Koordinator Wilayah III Lembaga Survey Indonesia (LSI) ini juga mengatakan hasil ini sangat wajar jika Burhanudin menyebutkan salah satu etnis karena ini hanya preferensi politik menurut aspek demografis.

Dia juga menjelaskan jika diperhatikan lebih jauh dari hasil survei yang dirilis Indikator, tak hanya etnis, namun juga disebutkan perbandingan desa dan kota, tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi di Perkotaan lebih tinggi dari Pedesaan.

"Demikian juga berdasar tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan, tingkat ketidak puasan juga lebih tinggi. Ini berati justru orang Minang memang punya posisi tersendiri di tengah-tengah heterogenitas suku bangsa, yakni 'lebih kota' dan 'lebih terdidik'," analisi Edi terhadap hasil survey Indikator.

Timbulnya kontroversi terhadap hasil survey ini dinilainya merupakan masalah ketidakpahaman masyarakat terhadap hasil survey yang dilakukan lembaga-lembaga survey. Baca: Dinilai Rasis Terhadap Suku Minang . . .)

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga