Siti Nurbaya Minta Aparat Hukum Sikat "Mafia Hutan"

Siti Nurbaya Minta Aparat Hukum Sikat Mafia Hutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya minta Aparat Hukum sikat Mafia Hutan di Riau, Jambi dan Palembang. (Foto Ist)

Jakarta - Pengambilan langkah pencegahan harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah lingkungan kabut asap yang terjadi di Provinsi Riau, Jambi, dan Palembang.

Karena dampak kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan itu sudah membahayakan ekosisistim lingkungan hidup, ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam rilisnya yang diterima covesia Selasa, (25/11/2014).

Siti Nurbaya juga meminta aparat penegakan hukum menindak tegas pihak-pihak yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, dan Palembang sehingga menciptakan kepulan asap membahayakan bagi wilayah sekitarnya.

"Mengatasi persoalan menahun ini, harus ada upaya serius penegakan hukum. Jangan pandang bulu. Jangan hanya mengkriminalisasi saja. Jangan hanya menangkap yang kecil-kecil, tolong ditangkap mafia hutannya," ujar Siti.

Dalam laporannya, Siti juga mengaku telah melakukan investigasi. Hasil pantauannya di lapangan pekan lalu itu juga telah dilaporkannya kepada Presiden Joko Widodo, ungkapnya.

Karena kabut asap diprediksi makin tebal pada bulan Maret 2015. mobilisasi pengawasan. "April (asap) akan mulai kencang. Nanti setelah diatasi, paling tidak sudah menurun jauh," ucap dia.

Hasil investigasinya dilapangan, terutama di Provinsi Riau menguraikan, Kepolisian Daerah Provinsi Riau telah menetapkan 248 tersangka dan membuat 140 laporan terkait kasus pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Namun, dari ratusan tersangka tersebut, hanya mencuat satu nama terkait korporasi. Sisanya berasal dari kalangan warga lokal.(jmb)

Berita Terkait

Baca Juga