Ketua MUI Sumbar: SKB 3 Menteri Harus Ditolak, Setidaknya Direvisi!

Ketua MUI Sumbar SKB 3 Menteri Harus Ditolak Setidaknya Direvisi Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar

Covesia.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar turut mengemukakan pendapatnya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RPD) yang di gelar DPRD Sumbar. 

Buntut dari peristiwa siswi non muslim yang diminta berjilbab di SMKN 2 Padang, membuat pemerintah pusat menerbitkan keputusan bersama 3 Menteri pada 3 Februari lalu. SKB itu mengatur tentang penggunaan seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

Namun, keputusan yang diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Agama Yaqut Cholil mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat di Sumbar termasuk MUI Sumbar. 

"Negara ini bukan negara sekular, Pancasila adalah dasarnya. MUI Sumbar menghimpun Ormas, hadir dari NU, Muhammadiyah, Dewan Dakwah, Perti, Persatuan Islamiah, kita bersepakat untuk menolak SKB 3 Mentri atau setidaknya direvisi," ungkap Gusrizal di kantor DPRD Sumbar, Kamis (18/2/2021). 

"Ada sesuatu yang dituju oleh pusat. Kita selalu memakaikan berpandai-pandai. Apakah SKB titah raja, apa tidak boleh masyarakat bersuara dan keputusan menteri mutlak, kita tak setuju hanya cari solusi, di jangka pendek bisa tapi jangka panjang harus di tolak atau direvisi," imbuhnya.

Ia menilai, surat keputusan tak berdasarkan kajian, belum selesai investigasi selesai, menteri sudah berbicara, apakah masyarakat Minangkabau serendah itu dituduh intolerant, anti kebinekaan?

Satu kasus yang terjadi setelah 20 tahun Edaran Bupati Solok 2001, dan 2002 lahir Perda No 6 Kabupaten Solok, tidak ada satu niat untuk melakukan diskriminasi terhadap saudara sebangsa. 

Secara eksplesit, Perda ini berlaku untuk yang beragama Islam, untuk menguatkan pengamalan "syarak mangato adat mamakai." Ayat 2 Perda itu, karyawan/karyawati, mahasiswa/mahasiswa, siswa/siswi dan pelajar yang tidak beragama Islam memakai pakaian sesuai agamanya. Tak ada aturan tertulis pemaksaan keseluruhan, jelanya lagi. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga