Muntahan Lava Pijar Gunung Merapi Mencapai 16 Kali dalam Radius 1 Kilometer Barat Daya

Muntahan Lava Pijar Gunung Merapi Mencapai 16 Kali dalam Radius 1 Kilometer Barat Daya Erupsi Lava Pijar Gunung Merapi, Selasa (5/1/2021). Foto: Dok. BNPB

Covesia.com - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah memuntahkan 16 kali lava pijar dalam periode satu hari pada Minggu (7/2/2021). 

Dalam periode pengamatan Minggu (7/2/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB, Gunung Merapi sudah 16 kali memuntahkan lava pijar. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, jarak luncur maksimum guguran lava tercatat sepanjang 1.000 meter. 

"Dari pengamatan Minggu (7/2/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB teramati 16 kali luncuran lava dengan jarak luncur 1000 meter mengarah ke Barat Daya atau ke hulu Kali Krasak dan Boyong," ujar Hanik kepada awak media, mengutip Suara.com, jaringan Covesia.com, Senin (8/2/2021).

Dalam periode yang sama, tidak terjadi aktivitas kegempaan yang cukup berarti di Gunung Merapi. Sementara, aktivitas kegempaan guguran berjumlah 79 kali dengan amplitudo 3-23 mm dan durasi 11-91 detik. 

Untuk embusan pun hanya terjadi satu kali dengan amplitudo 8 mm dan durasi 13 detik. Sementara terkait visual asap kawah tidak teramati.

"Kegempaan hybrid atau fase banyak ada 8 kali dengan amplitudo 3-6 mm, durasi 7-9 detik. Sedangkan tektonik jauh ada dua dengan amplitudo 3-6 mm, durasi 24-124 detik," ucapnya.

Disampaikan Hanik, berdasarkan total distribusi probabilitas dari 17 indikator, erupsi efusif masih berada paling atas dengan probabilitas sebesar 43,2 persen. Sementara untuk potensi eksplosif dan kubah-dalam menurun secara signifikan.

Hanik memperhatikan, erupsi saat ini yang mengarah ke barat daya. Maka potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas.

Potensi bahaya itu bakal berfokus pada sektor Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 kilometer dari puncak.

Sementara waktu, kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, kepada pelaku wisata diimbau tidak melakukan kegiatan di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini. BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). 

Berita Terkait

Baca Juga