Lebih 600 Rumah Hilang dan Rusak, 9 Meninggal Akibat Banjir di Hulu Sungai Tengah

Lebih 600 Rumah Hilang dan Rusak 9 Meninggal Akibat Banjir di Hulu Sungai Tengah Banjir melanda permukiman warga di Sarigading, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Jumat (15/1/2021). Foto: Antara/Fathurrahman

Covesia.com - Sembilan orang meninggal dunia, enam orang hilang, 264 unit rumah hilang dan 340 unit rumah rusak akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. 

Data sementara korban bencana banjir pada Selasa (19/1/2021), sebanyak sembilan orang meninggal, delapan orang di Kecamatan Hantakan dan satu orang di Kecamatan Barabai.

"Enam orang masih dinyatakan hilang di Kecamatan Hantakan," kata Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H A Chairansyah.

Untuk data rumah sekabupaten HST, sebanyak 264 rumah hilang disapu banjir dan 340 rumah rusak.

Di Kecamatan Hantakan, katanya, ada 200 rumah yang hilang dan 250 rumah rusak. Di Kecamatan Batu Benawa 58 rumah hilang dan 90 rumah rusak, sedangkan di kecamatan Batang Alai Timur ada enam rumah yang hilang.

Menurutnya, di Kecamatan Barabai sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.

Pengungsi terbanyak saat ini di Kecamatan Batu Benawa yaitu 7.430 jiwa dan di Kecamatan Labuan Amas Utara sebanyak 743 jiwa. Jadi totalnya 8.173 warga yang masih mengungsi.

Sedangkan fasilitas umum yang rusak atau terendam adalah sebanyak 21 masjid, 31 langgar, 26 sekolah, 13 perkantoran, tujuh jembatan dan satu jalan.

Pihaknya masih memerlukan bantuan logistik dan pembersihan kota yang saat ini masih menumpuk sampah-sampah bekas banjir baik di pasar maupun depan rumah-rumah warga. Disamping itu tanah longsor juga masih menutupi akses jalan di Kecamatan Hantakan.

"Walaupun saat ini kami terus berupaya membersihkan, namun akan membutuhkan waktu lama yang nantinya justru menimbulkan masalah baru hingga menjadi penyakit.

Jadi bagi para relawan mohon bantuannya untuk membersihkan kota Barabai agar kembali pulih dan perekonomian bisa jalan kembali," katanya. (Antara)

Berita Terkait

Baca Juga