27.000 Tenaga Kesehatan di 103 Fasilitas Kesehatan di Jakarta Timur Akan Divaksinasi Covid-19

27000 Tenaga Kesehatan di 103 Fasilitas Kesehatan di Jakarta Timur Akan Divaksinasi Covid19 (Foto: Antara)

Covesia.com - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap pertama kepada 27.000 tenaga kesehatan  di 103 fasilitas pelayanan kesehatan wilayah setempat, Kamis (14/1/2021).

"Dari hasil pendaftaran sampai 5 Januari 2021, ada 27.000 tenaga kesehatan yang akan dapat vaksinasi di Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Indra Setiawan, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kegiatan vaksinasi perdana untuk kalangan tenaga kesehatan ini diselenggarakan di 103 fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit maupun klinik di sepuluh kecamatan setempat.

"Tahap pertama diutamakan untuk tenaga kesehatan, pejabat publik dan TNI Polri serta ketiga untuk masyarakat," ujarnya.

Sedangkan di Puskesmas Kramat Jati terdaftar 3.733 tenaga kesehatan yang telah mendaftarkan diri menjalani vaksinasi Covid-19.

Calon peserta vaksinasi datang ke Puskesmas harus melewati tempat pengecekan kesehatan berupa cek suhu tubuh oleh petugas Satpol PP di pintu masuk.

Selanjutnya, peserta diarahkan menuju bilik desinfeksi dan mencuci tangan di tempat yang disediakan.

Berikutnya peserta menuju ruang tunggu di meja pendaftaran. Di sana peserta diminta menunjukkan tiket elektronik (e-tiket), kemudian petugas melakukan verifikasi nomor induk kependudukan (NIK) dan daftar sasaran.

Setelah verifikasi, peserta diarahkan ke meja dua untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara sederhana berupa penimbangan berat dan tinggi badan, pengukuran tinggi badan, cek suhu tubuh, tekanan darah dan gula darah.

Petugas kesehatan juga juga melakukan identifikasi penyakit penyerta untuk dijadikan pertimbangan apakah pemberian vaksin dapat dilakukan atau ditunda.

Untuk peserta yang dinyatakan layak akan diberikan stiker penanda oleh petugas, sebelum menuju meja vaksinasi.

"Vaksin yang diterima peserta sudah dijamin kualitasnya sebab dijaga penyimpanannya sampai proses penyuntikan," kata Indra.

Di meja tiga, petugas kemudian memberikan vaksinasi sesuai prosedur standar operasi (SOP) yang aman bagi peserta.

Setelah mendapat vaksin, peserta diarahkan ke meja empat yakni meja observasi. Di sini petugas mencatat nomor dan nama vaksin lalu diberikan stiker catatan waktu pemberian vaksin.

Berikutnya dalam 30 menit peserta dikumpulkan untuk mendapat penyuluhan 3M dan monitoring kemungkinan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIP).

"Walau jarang terjadi, kita tetap lakukan pengawasan KIP. Kalau ada kejadian peserta ditangani di ruang gawat darurat agar dapat penanganan secepatnya," katanya.

Bila dalam 30 menit tidak ada gejala, peserta diberikan kartu vaksinasi elektronik hingga diizinkan pulang.

Salah satu peserta vaksinasi, Ummi Rinasari, mengatakan hanya merasakan kebas di sekitar titik penyuntikan vaksin. Selain itu tidak ada gejala lain yang dirasakan.

"Cuma ada sedikit kebas saja di lokasi penyuntikan, selain itu nggak ada lagi. Kalau khawatir sih enggak, saya malah semangat dan sangat siap untuk vaksin," katanya.

Proses vaksinasi yang dijalankan Ummi berlangsung mulai pukul 09.05 hingga 09.14 WIB.

"Pesan saya, tidak ada alasan untuk takut karena vaksin baik untuk kita dan kemudian bisa memaksimalkan daya tahan tubuh kita dari Covid-19," katanya.

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga