Kisah Penumpang Sriwijaya Air SJ182 asal Padang, Dua Hari Sebelum Kejadian Sebut Ingin Pulang

Kisah Penumpang Sriwijaya Air SJ182 asal Padang Dua Hari Sebelum Kejadian Sebut Ingin Pulang Megawati, saat melihatkan foto Angga Fernando Afrion, saat melangsungkan pernikahan tahun lalu di Padang, Minggu (10/1/2021)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Malam dua hari sebelum kejadian, tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Jumat (8/1/2021) kemarin, Angga Fernando Afrion (28) menelepon Tantenya, yang merupakan kakak ibunya dan menyebut dalam telepon bahwa ia ingin pulang.

"Angga menyebut dalam saluran teleponnya ingin pulang, terus ditanya kembali oleh tantenya, mau pulang kemana?, kemudian Angga menjawab dengan tertawa, lalu baru disebutnya, Ia ingin pulang ke Pontianak karena kembali tugas. Kata-kata ingin pulang itulah juga sebagai salah satu firasat tidak baik bagi kami sebelumnnya," ungkap Megawati (47) Kakak Sepupu Angga, saat ditemui di rumah keluargannya di Sungai Sapih, Kota Padang, Minggu (10/1/2021). 

Jumat malam sehari sebelum kejadian itu, kata Megawati, Angga sempat menghubungi ibunya untuk balik ke Kalimantan karena perintah pimpinannya harus kembali secepatnya karena ada masalah dengan kapalnya, namun ibunya berkata dan melarang kenapa harus malam-malam ini berangkat, apakah tidak bisa siang balik ke Pontianak itu.

"Percakapan berlangsung sekitar beberapa menit melalui video call sampai akhirnya Angga tetap membujuk sang ibu untuk merestui dia kembali ke Kalimantan. Ibunyapun tak bisa mencegah keberangkatan anak keduanya tersebut. Alasannya demi rasa tanggung jawab Angga pada pekerjaannya sebagai nahkoda kapal," jelas Megawati.

Lebih lanjut kata Megawati, Angga yang berangkat rencana pada Sabtu subuh, namun karena ada masalah kendala cuaca akhirnya delay hingga siang hari.

“Awalnya jadwal penerbangannya Sabtu subuh. Namun tiba-tiba delay hingga siang. Kemudian kata adik Angga, sebenarnya menuju ke Pontianak tidak menggunakan Sriwijaya Air ini,namun karena delay hingga siang akhirnya pesawat ditukar dengan Sriwijaya Air SJ 182 tersebut,” ujarnya.

Ia menceritakan, Angga yang merupakan lulusan SMK Pelayaran Padang, semenjak bujang pergi merantau ia jarang pulang ke Padang, namun baru pulang pas waktu ia melangsungkan perkawinan pada Februari 2020 lalu.

Setelah menikah dia berangkat ke Jakarta sebab istrinya yang orang Pariaman telah lama tinggal di sana.

"Mungkin karena kesibukan dan kondisi negeri ini pada masa pandemi Covid-19, sebabkan ia jarang pulang. Namun jika rindu pada ayah ibu dan saudara, diobatinya lewat vidio call," kata Megawati lagi.

Diketahui, Angga merupakan buah hati dari pasangan Oyon (60) dan Afrida (55) yang tinggal di Sungai Sapih Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.

Angga merupakan Anak kedua dari 4 bersaudara ini menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ 182 karena harus balik ke Pontianak. 

Dia bekerja di kapal batubara sebagai Nahkoda di Pontianak.

Megawati menambahkan, Angga terbang ke Jakarta sebelum kejadian untuk melihat persalinan sang isteri, seminggu yang lalu, karena ada perintah dari Bosnya ia terbang kembali ke Pontianak.

"Angga memiliki sang buah hati laki-laki yang diberi nama Alvano Faeyza Alingga, yang lahir lahir pada 2 Januari 2021, pas seminggu yang lalu," tambah Mega. 

"Sekarang kami dari keluarga masih menunggu informasi terbaru dan berharap yang terbaik, Angga adalah anak yang baik dan peduli dengan keluarga," kata dia.

Diketahui sebelumnya pesawat Sriwijaya bernomor SJ 182 dikabarkan mengalami hilang kontak setelah empat menit meninggalkan landasan Bandara Soekarno Hatta.

Pesawat mengalami kehilangan kontak saat melakukan penerbangan dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit.

Baca juga: Salah Seorang Penumpang di Sriwijaya Air SJ182 Warga Sungai Sapih Kota Padang

(don)

Berita Terkait

Baca Juga