Wakil Ketua KPK: Mahalnya Biaya Politik Picu Terjadinya Korupsi

Wakil Ketua KPK Mahalnya Biaya Politik Picu Terjadinya Korupsi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar (kanan). Foto: Laila Marrni

Covesia.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar mengatakan bahwa mahalnya biaya politik memicu terjadinya korupsi. Hal tersebut disampaikannya saat pembekalan Pilkada Berintegritas  di Padang. 

"Mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan kandidat saat pilkada turut andil memicu terjadinya perilaku korupsi di kalangan kepala daerah ketika terpilih," ungkap Lili di Auditorium Gubernur, Kamis (26/11/2020).

Dikatakannya, itu berdasar pada catatan tranparansi internasional dan beberapa kasus di KPK. Ada banyak contoh kepala daerah yang terkena pidana penjara dan berdampak pada hal lain. Ini diharapkan menjadi catatan kepada seluruh elemen masyarakat. 

Karena hal tersebut banyak rekomendasi dan kajian yang disampaikan KPK kepada pemerintah dan Parpol. Bagaimana Parpol mempersiapkan calon-calonnya untuk maju di Pilkada.

"Negara harus 'aware' sehingga kemudian calon kepala daerah, calon pejabat publik, hingga legislator tidak terbebani dengan biaya tersebut," imbuhnya. 

Tak hanya itu kata Lili ini menjadi catatan bagi elemen masyarakat, pilih yang jujur, ini penting sekali, perbaikan sistem yang baik, bisa bekerja dengan baik. 

Ditambahkannya masyarakat diharapkan cerdas. "Jangan karena sehelai dua helai uang merah kemudian dia masuk ke bilik suara dan menghancurkan masa depan anak dan cucunya untuk lima tahun ke depan," pungkasnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga