Ahli: Vaksin Covid-19 yang Digunakan Harus Dipastikan Aman dan Efektif Bagi Masyarakat

Ahli Vaksin Covid19 yang Digunakan Harus Dipastikan Aman dan Efektif Bagi Masyarakat dr Vera Mayasari, sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi sekaligus tim Satgas Covid-19 kota Bukittinggi

Covesia.com - Saat ini pemerintah tengah melakukan proses penelitian vaksin Covid-19 sebelum diberikan kepada masyarakat luas. Dalam hal tersebut pemerintah juga memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, proses pembuatannya harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Proses itu juga diawasi berbagai lembaga kompeten tingkat dunia.

Sekretaris dinas kota Bukuttinggi, dr. Vera Mayasari saat dikonfirmasi mengungkapkan proses penelitian Vaksin benar-benar harus lulus uji klinik sebelum diberikan kepada masyarakat. Itu juga harus menjadi perhatian tim penelitian, karena vaksin ini akan dimasukan kedalam tubuh.

"Kini kan vaksin masih dalam fase tiga, jadi sebelum di produksi massal harus dipastikan aman, ampuh, stabil, dan efisien dari segi biaya. Namun pengunaannya tetap mengacu pada protokol Covid-19," jelasnya, Rabu (25/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa vaksin ini bukanlah obat tapi lebih kepada bagaimana vaksin bisa menjaga kekebalan daya tahan tubuh untuk membentuk antibodi yang kuat sehingga virus bisa mati.

Hal yang sama juga disampaikan dr, Deddy Herman, spesialis paru-paru yang menangani pasien Covid-19 di RSAM Bukittinggi yang menuturkan bahwa lewat vaksin pemerintah telah membantu dunia kesehatan terkhususnya tim kesehatan yang langsung menangani pasien Covid-19 dalam memberikan vaksin kekebalan tubuh terhadap virus.

"Lewat vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh, vaksin akan melemahkan virus dalam tubuh sehingga terbentuk antibodi yang akan melemahkan virus maupun bakteri yang ada tubuh," ungkapnya.

Ia menerangkan jika vaksin sudah dimasukkan kedalam tubuh akan menyebabka daya tahan tubuh lebih kuat dibandingkan sebelum di vaksin. Nantinya daya tahan tubuh akan membentuk suatu antibodi sehingga akan timbul reaksi yang memunculkan seluruh daya tahan tubuh beraksi untuk membunuh virus.

"Jikapun terinfeksi, kasusnya tidak akan begitu berat dan bisa diselamatkan karena antibodi daya tubuh sudah ada karena virus sudah dilemahkan vaksin tadi," katanya.

Sedangkan presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin Covid-19, harus dipastikan keamanannya dan efektivitasnya. Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting karena kehadiran vaksin menjadi hal yang vital karena belum ada obat untuk Covid-19.

Terkait efektivitas vaksin, Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menegaskan vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian dan juga kecacatan. Meskipun tingkat efektivitas vaksin berbeda satu dengan lainnya, namun satu hal yang pasti adalah vaksin yang telah beredar pasti telah mendapatkan izin dari badan yang berwenang dan memenuhi syarat keamanan dan efektivitas.

Hal senada juga diungkapkan vaksinolog sekaligus spesialis penyakit dalam, dokter Dirga Sakti Rambe mengungkapkan setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda. Namun, vaksin tidak akan mendapat izin penggunaan atau peredaran jika efektivitasnya tidak memenuhi syarat dan standar WHO. 

“Untuk vaksin Covid-19, WHO menetapkan minimal efektivitasnya 50%. Harapannya pasti nanti vaksin yang ada efektivitasnya bisa lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO," ungkapnya.

Proses pembuatan setiap vaksin harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Namun karena kemajuan sains dan teknologi, prosesnya bisa jauh lebih cepat. Sekalipun lebih cepat, tidak ada kompromi dengan keamanan. 

Prof. I Gusti Ngurah Mahardika, Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana, sekaligus anggota tim pengembangan vaksin Merah Putih menegaskan bahwa sekalipun proses penemuan vaksin harus dilakukan dengan cepat dan segera, keamanan vaksin adalah hal penting yang harus menjadi perhatian semua pihak. “Selain juga jaminan akses vaksin yang murah, dan equitable untuk seluruh masyarakat. Proses regulasi harus cepat dan soal keamanan vaksin tidak ada kompromi sama sekali. Vaksin benar-benar harus aman sebelum digunakan,” tegasnya.

Untuk menegaskan keamanan, prosesnya pembuatannya juga diawasi oleh berbagai lembaga kompeten. Sebagai contoh, uji klinik vaksin Covid-19 di Bandung dengan standar sama seperti di negara lain, juga diawasi oleh badan pengawas, yaitu Badan POM, Data Safety Monitor Board (DSMB), dan Komite Etik FK Unpad, betul-betul berlapis.

“Pengawasan ini penting dan perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas dari vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan oleh Bio Farma,” jelas Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari ITAGI. 

Badan POM pun tidak main-main dan memiliki standar yang ketat dalam pemberian izin penggunaan vaksin.

Mutu vaksin dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Setelah proses evaluasi tersebut dilalui dan vaksin dianggap memenuhi syarat dari aspek keamanan dan efektivitas, barulah Badan POM dapat memberikan perizinan penggunaan.

Lebih lanjut dokter Dirga juga menegaskan bahwa berita-berita bahwa vaksin itu tidak efektif mengandung racun adalah informasi yang salah. “Vaksin apapun termasuk vaksin Covid-19, saat digunakan luas oleh masyarakat itu harus sudah mendapat persetujuan dari badan POM. Jika ada vaksin yang sudah memperoleh izin untuk digunakan, itu sudah dipastikan aman dan efektif,” tutupnya. 

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga