Bank Nagari Cabang Simpang Empat Temukan Uang Tak Layak Edar Senilai Rp345 Juta

Bank Nagari Cabang Simpang Empat Temukan Uang Tak Layak Edar Senilai Rp345 Juta Pimpinan Cabang Bank Nagari Simpang Empat, Hendri Masri.

Covesia.com - Bank Nagari Cabang Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan uang tidak layak edar senilai Rp345 juta sepanjang tahun 2020 ini.

Pimpinan Cabang Bank Nagari Simpang Empat, Hendri Masri mengatakan bahwa uang tunai tidak layak edar itu ditemukan dari transaksi nasabah setempat.

"Uang senilai Rp345 Juta itu adalah uang kertas lusuh, cacat, rusak dan nomor seri yang hilang yang diterima dari nasabah saat bertransaksi di teller Bank Nagari Cabang Simpang Empat. Uang tidak layak edar itu disebabkan karena pemakaian yang sudah terlalu sering sehingga lusuh, robek dan lembek," terang Pimpinan Cabang Bank Nagari Simpang Empat, Hendri Masri, Jumat (20/11/2020) tadi.

Rata-rata setiap tahun kata Hendri Masri pihaknya menemukan uang tidak layak edar itu senilai Rp300 juta lebih.

"Ya namanya juga nasabah kita berbagai macam profesi dan jabatan. Jadi uang yang kami terima di teller sudah dalam berbagai macam keadaan kondisinya. Meskipun sudah lusuh,  nasabah tetap bisa bertransaksi dan tidak menghalangi untuk menabung dan sebagainya," katanya.

Namun kata dia uang tersebut nantinya tidak hilang, tetapi diganti dengan uang baru setelah persetujuan Bank Indonesia.

"Seluruh uang lusuh, koyak dan lembek ini dikumpulkan dan dilaporkan ke kantor kas koordinator. Uang tidak layak edar ini nantinya dikirimkan ke kantor kas koordinator dan nanti diteruskan ke Bank Indonesia untuk diganti dengan yang baru," katanya.

Akan tetapi hingga saat ini pihaknya belum menemukan uang palsu. 

"Bank tidak boleh menyebutkan uang itu palsu tetapi jika diragukan keasliannya maka uang tersebut akan diteruskan atau dilaporkan ke Bank Indonesia," katanya.

Meskipun demikian pihaknya tetap meminta kepada sekitar 80 ribuan lebih nasabahnya untuk tetap berhati-hati dalam bertransaksi untuk menghindari adanya indikasi uang palsu.

"Kemudian kami minta juga kepada nasabah untuk tetap menjaga keamanan dan privasi semua data keuangannya. Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga