Ditengah Pandemi Covid-19, Bank Nagari Siapkan Kredit Super Mikro Bantu Pelaku UMKM

Ditengah Pandemi Covid19 Bank Nagari Siapkan Kredit Super Mikro Bantu Pelaku UMKM Direktur Keuangan Bank Nagari Sania Putra

Covesia.com - Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari akan meluncurkan kredit super mikro untuk 5.000 nasabah yang tersebar di provinsi itu pada akhir November 2020 untuk membantu pelaku UMKM saat pandemi Covid-19.

"Kami punya kredit super mikro atau nama programnya Kredit Simamak dengan maksimal pinjaman Rp3 juta. Pinjaman ini kami sebar kepada lima ribu nasabah super mikro yang bunganya sangat rendah cuma 2 persen setahun," kata Direktur Keuangan Bank Nagari Sania Putra serta didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Bank Nagari Idrianis di Padang, Kamis (19/11/2020).

Total dana yang akan disalurkan untuk kredit Simamak tersebut adalah Rp15 miliar yang disubsidi dari APBD Provinsi Sumatera Barat.

"Jadi sama seperti KUR. Hanya saja KUR merupakan subsidi dari pemerintah pusat sedangkan kredit Simamak ini merupakan subsidi dari APBD Sumbar dan berada di bawah KUR karena kreditnya dibawah mikro atau disebut kredit super mikro," terangnya.

Untuk jalannya program tersebut, sebutnya DPRD Sumbar sudah menyetujui program tersebut dan kini menunggu persetujuan dari gubernur. Bank Nagari sendiri telah menyiapkan SOP untuk kredit tersebut.

"Kemarin kami sudah menyiapkan SOP dan tinggal dari Pemda saja karena dari DPRD sudah menyetujuinya. Kan harus ada payung hukumnya terkait dengan penggunaan subsidi APBD dan itu sudah selesai tinggal kajian dari Pemda lagi," ujarnya.

Ia berharap persetujuan dari Pemprov segera dikeluarkan. "Mudah-mudahan bulan ini, karena kita pekan kemarin sudah rapat dengan Komisi 3 DPRD Sumbar dan sudah tuntas. Semoga bulan ini bisa dijalankan," katanya.

Kredit Simamak diprioritaskan untuk orang yang tidak mampu memenuhi syarat perbankan (bankable) tapi memiliki usaha yang layak untuk diberikan akses perbankan (feasible) serta terdampak oleh pandemi Covid-19.

"Persyaratan untuk mendapatkan kredit ini sangatlah mudah tidak perlu agunan ataupun segala macam dokumen seperti kredit lainnya karena cukup punya surat keterangan usaha saja dari wali nagari atau lurah sudah cukup," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Bank Nagari juga sudah bekerjasama dengan asuransi dalam menjalankan program sebagai upaya untuk meminimalisasi risiko-risikonya.

"Uang dari Bank merupakan uang masyarakat juga dan itu harus dipertanggungjawabkan nantinya termasuk pertanggung jawaban kepada OJK terkait batasan NPL," katanya.

Jika kredit tersebut sudah bisa dijalankan maka angsuran tiap bulan yang harus dibayarkan nasabah hanya Rp250 ribu ditambah bunga yang sangat rendah yakni 2 persen setahun atau Rp5 ribu sebulan.

Program simamak ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Sumatera Barat kepada warganya di saat pandemi dalam membantu usahanya serta mendidik warganya memiliki rasa tanggung jawab terhadap pinjaman yang diberikan.

Ia berharap pemerintah daerah lainnya yang punya APBD juga tergerak menganggarkan APBD daerah masing-masing untuk pelaku ekonomi super mikro dalam membantu usaha masyarakat di dalam kondisi pandemi saat ini.

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga