Sekolah Tatap Muka di Bukittinggi, Sekolah Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Sekolah Tatap Muka di Bukittinggi Sekolah Wajib Terapkan Protokol Covid19 Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova

Covesia.com - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumbar akan melangsungkan proses belajar tatap muka, Kamis (19/11/2020) besok. 

Pelaksanaan sekolah tatap muka akan diterapkan untuk SD hingga SMA. Kebijakan itu diambil, seiring dengan beradanya Bukittinggi pada Zona Kuning.

Kendati demikian, setiap sekolah diwajibkan menerapkan protokol Covid-19.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova mengatakan, sejak Minggu (15/11/2020) kemarin, Bukittinggi telah berada di Zona Kuning terkait kasus penyebaran covid-19. 

"Menurut regulasi yang ada, Pemko sudah diperbolehkan memberikan izin kepada sekolah setingkat SD hingga SMA untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, khusus tingkat TK dan PAUD, menunggu masa transisi dua bulan setelah dibuka nya sekolah tingkat SD-SMA,” ungkapnya. 

Yuen Karnova menyebut, walaupun sekolah kembali dibuka, namun antisipasi dan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 tetap harus dilakukan.

"Langkah antisipasi itu antara lain, siswa belum sekolah setiap hari, di dalam ruang kelas harus ada pembatasan dan penjagaan jarak serta anak tidak boleh satu meja dua orang.  Protokol kesehatan harus tetap diterapkan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan," sebutnya. 

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi juga telah mengeluarkan surat edaran terkait akan dilaksanakannya sekolah tatap muka. 

Surat edaran tertanggal 18 November 2020 itu setidaknya berisi sepuluh poin terkait akan dilaksanakannya sekolah tatap muka. Diantaranya, siswa membawa bekal makanan dari rumah, dan dilarang membuka kantin sekolah. 

Kemudian, sekolah meniadakan kegiatan ekstrakurikuler. Dan memastikan sekolah memiliki sarana sanitasi dan kebersihan. 

“Kantin sekolah belum boleh buka sementara siswa ke sekolah membawa bekal dari rumah serta orang tua diharapkan terus memantau dan mengawasi jam sekolah anak, jangan sampai anak malah keluyuran di luar jam sekolah,” ujar Melfi Abra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi. 

Melfi menegaskan, apa yang telah disepakati ini akan dipantau perkembangannya setiap hari dan setiap minggu. Karena tidak menginginkan, sekolah malah menjadi klaster baru penularan Covid-19.

“Setiap minggu akan dilakukan evaluasi dengan mengadakan rapat tindak lanjut,” tegasnya.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga