KPU: Pasien Covid-19 Bisa Berikan Hak Pilih di Pilkada 2020, Begini Caranya

KPU Pasien Covid19 Bisa Berikan Hak Pilih di Pilkada 2020 Begini Caranya ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan segera dihelat 9 Desember nanti. Semua warga negara berhak memberikan suaranya baik mereka yang disabilitas ataupun yang terpapar Covid-19.

Plt Ketua KPU Sumbar Gebril Daulay menyebutkan bahwa pasien Covid-19 bisa melakukan pemilihan kepala daerah. Namun syaratnya yang bersangkutan harus mengurus surat pindah memilih. 

"Pemungutan suara nanti bagi yang positif Covid-19 yang dirawat dirumah sakit atau karantina harus mengurus surat pindah memilih. Ke TPS yang berada di dekat rumah sakit atau tempat karantina tempat pasien tersebut dirawat," ungkap Gebril kepada wartawan, Minggu (15/11/2020).

Dikatakan Gebril pengurusan pemindahan pemilihan itu paling lambat sehari sebelum pemungutan suara.  Nanti KPU Kabupaten Kota akan melakukan pendataan pasien covid-19 baik yang ada di rumah sakit maupun di tempat karantina atau isolasi mandiri untuk memastikan berapa jumlah pemilih yang tepapar covid yang harus dilayani.

"Untuk di rumah sakit dan dikarantina, akan dilayani oleh TPS yang terdekat satu jam terakhir sebelum pemungutan suara ditutup. Jadi ada 2 anggota KPPS yang akan mendatangi pemilih tersebut, kemudian ada pengawas dan saksi," terangnya. 

Ketika petugas datang ke rumah sakit atau ke tempat karantina untuk melayani hak pilih pasien yang tepapar covid itu harus menggunakan hazmat. "Jadi beda dengan di TPS. Kalau di TPS cukup menggunakan masker, sarung tangan medis, faceshild," imbuhnya. 

Kemudian untuk pasien covid-19 yang isolasi mandiri itu tidak perlu mengurus surat pindah memilih karena isolasi di rumah. Jadi akan didatangi oleh petugas KPPS dimana pemilih tersebut terdaftar satu jam sebelum TPS ditutup dengan persetujuan saksi dan pengawas.

(lia/adi)

Berita Terkait

Baca Juga