Di Minggu ke 36 Covid-19 di Sumbar, 11 Daerah Masuk Zona Orange dan 8 Daerah Lainnya Zona Kuning

Di Minggu ke 36 Covid19 di Sumbar 11 Daerah Masuk Zona Orange dan 8 Daerah Lainnya Zona Kuning Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat mengatakan di minggu ke 36 Covid-19 di Sumbar yakni tanggal 15 November 2020 sampai tanggal 21 November 2020, ditetapkan zona daerah covid-19 di Sumbar 11 zona oran3dan 8 zona kuning. 

"Adapun daerah yang masuk ke zona orange atau beresiko sedang yang memiliki  rentang Skor 1,81 - 2,40 adalah Kabupaten Pasaman Barat (Skor 2,31), 

Kabupaten Agam (Skor 2,31), Kabupaten Dharmasraya (2,30), Kabupaten Tanah Datar (skor 2,23), Kabupaten Padang Pariaman (Skor 2,22)

Kabupaten Solok Selatan (Skor 2,18), Kabupaten Pesisir Selatan (Skor 2,18), Kota Payakumbuah (Skor 2,16), Kabupaten Solok (Skor 2,12), Kota Padang (Skor 2,04), Kabupaten 50 Kota (Skor 1,84), "ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal, Minggu (15/11/2020).

Lebih lanjut, Jasman mengatakan yang rendah skornya itu adalah Kabupaten 50 Kota. Kita harapkan Kabupaten 50 Kota agar lebih intens lagi melakukan test PCR kepada masyarakatnya, tracking, tracing, serta melakukan berbagai tindakan kesehatan masyarakat lainnya sesuai protokol, yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi. 

Kemudian untuk daerah berzona kuning atau resiko rendah yang memiliki rentang - Skor 2,41 - 3,0 adalah Kota Solok (Skor 2,55), Kota Sawahlunto (Skor 2,51), Kabupaten Pasaman (Skor 2,50)

Kota Pariaman (Skor 2,46), Kota Padang Panjang (Skor 2,45), Kabupaten Kepulauan Mentawai (Skor 2,42), Kabupaten Sijunjuang (Skor 2,42), dan Kota Bukittinggi (Skor 2,42). 

"Saat ini tak ada zona hijau di Sumbar. Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran covid-19 di daerah tersebut," terangnya. 

Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-35 ini, diminta Kabupaten Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan.  

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga