Takut Terpapar Covid-19, Kafilah MTQ Nasional ke-28 Asal Kaltara Rela Naik Sepeda Motor ke Sumbar

Takut Terpapar Covid19 Kafilah MTQ Nasional ke28 Asal Kaltara Rela Naik Sepeda Motor ke Sumbar Kafilah asal perwakilan Kalimantan Utara, Nining R Rusdin Wakiden bersama sang suami Hasan CL Bunyu, saat baru sampai di Kota Padang, Jumat (13/11/2020)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Takut akan terpapar Corona Virus Disease (Covid-19), seorang kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 Sumatera Barat (Sumbar), Nining R Rusdin Wakiden (29) bersama sang suami Hasan CL Bunyu (43) rela menaiki sepeda motor dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Padang, Sumbar.

Nining diketahui merupakan Kafilah perwakilan dari Kalimantan Utara (Kaltara), Ia merupakan peserta cabang Kaligrafi golongan dekorasi putri yang juga datang bersama pelatih yang juga suaminya.

Sang suami Hasan mengungkapkan, ia beralasan menggunakan sepeda motor dari Parigi Moutong karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Karena kata Hasan virus Corona bagi masyarakat di daerahnya sangat menakutkan.

"Jangankan positif, masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP) saja sudah buruk pandangan masyarakat," ungkap Hasan sesaat setelah memasuki Kota Padang, Jumat (13/11/2020).

Hasan menjelaskan, perjalanannya ke Padang menghabiskan waktu 16 hari, yang berangkat sejak tanggal 28 Oktober 2020 lalu, hingga hari ini Jumat sampai Padang, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kami berangkat pas hari peringatan Sumpah Pemuda. Cuma 16 hari. Kami memulai perjalanan dari Kalimantan Utara (Kaltara), lanjut ke Kaltim, Kalsel, menyeberang ke Jatim, Kemudian ke Merak Banten dan menyeberang ke Lampung hingga sampai ke Padang, Sumbar," jelas Hasan.

Dalam perjalanan tersebut ia harus naik kapal laut sebanyak 6 kali dan melewati 15 Provinsi.

Hasan melanjutkan, ia berangkat menggunakan sepeda motor, juga demi spirit MTQ Nasional yang digelar di Sumbar.

Sementara Nining menambahkan, selain takut terpapar Covid-19 saat naik Pesawat, ini juga merupakan nazarnya untuk naik sepeda motor ke Sumbar.

"Naik sepeda motor ke Padang sudah nazar saya juga. Jika juara satu tingkat Provinsi Kaltara, saya akan naik motor ke Padang," ungkap Nining.

Sebelumnya, Nining juga pernah ikut MTQ Nasional 2018 di Medan dan masuk lima belas besar.

"Waktu dulu ke Medan itu naik pesawat, tapi kan tidak dalam masa pandemi," kata dia.

Lebih lanjut Hasan menjelaskan dari perjalanan yang ia lakukan, rute yang dirasa jauh adalah dari Bogor ke Merak, dan sempat nyaris putus asa, karena tidak sampai-sampai.

"Sempat putus asa juga sih, namun kita punya tekad perjalanan tetap dilanjut kan, namun perjalanan di Pulau Sumatera yang paling banyak kita istirahat," ujarnya.

Kemudian Hasan juga menceritakan lika liku perjalanannya pertama yang paling jauh dan ke pulau Sumatera, lalu juga pernah tersesat di jalan gegara ikutin Google Maps.

“Beberapa kali kami dikerjai map (Google Map) pertama di Serpong, Tangerang, kemudian nyasar dua kali di Tuban. Lalu kesasar lagi di daerah Muko-muko, Bengkulu, dan juga kami pernah masuk ke ladang sawit selama 5 jam, untungnya ada mobil pickup yang lewat, saya tanya jalan keluar,” terang Hasan, sambil tertawa kecil.

Ia melanjutkan, dalam perjalanan yang mereka kuatirkan itu pecah ban motor di tengah hutan.

"Alhamdulillah semua itu tidak terjadi," sebutnya lagi.

Kemudian, mereka selama dalam perjalanan, untuk istirahat mereka berhenti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan mendirikan tenda.

Hasan juga mengatakan, saat mereka ingin ke Sumbar menggunakan sepeda motor, Pemerintah Kaltara awalnya menolak mereka.

"Tanggapan Pemda awalnya menolak, tapi setelah kami jelaskan dengan alasan tersebut, akhirnya disetujui juga," ungkapnya lagi.

Lanjut ia menambahkan, jika masih ada waktu dan diizinkan, kami ingin ke kilometer 0 di Sabang, Aceh.

"Nanggung juga, sampai di Sumbar saja, kalau diizinkan Allah kami juga punya niat setelah selesai MTQ ini lanjut ke titik 0. Perjalanan ini juga kita harapkan akan memberikan contoh semangat terhadap generasi muda Islam nantinya," pungkas Hasan.

(don)



Berita Terkait

Baca Juga