Konsep Modernisasi Pertanian Audy Joinaldy untuk Genjot Ekonomi Sumbar

Konsep Modernisasi Pertanian Audy Joinaldy untuk Genjot Ekonomi Sumbar Audy Joinaldy

Covesia.com - Sumatera Barat (Sumbar) adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan pertaniannya, sebab, penyumbang ekonomi terbesar di provinsi tersebut yaitu dari sektor pertanian, seperti perternakan, perkebunan dan perikanan. 

Hal itu diungkapakan oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar, Audy Joinaldy yang berpasangan dengan Mahyeldi Ansharullah, pada Jumat (13/11/2020).

"Untuk itu, bicara tentang Sumbar itu, potensi yang akan dikembangkan adalah di bidang pertanian dan pariwisatanya," sebut Audy yang dikenal sebagai pengusaha di wilayah timur Indonesia tersebut. 

Menurut Audy, potensi tersebut harus dikelola menjadi industri. Kawasan Sulawesi, pertumbuhan ekonominya selalu di atas nasional karena pertaniannya sudah dikelola menjadi industri berbasis pertanian.

"Jika Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi Wakil Gubernur, saya akan memberikan yang terbaik," ujar Audy yang merupakan Cawagub Sumbar yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Baca Juga: Menelaah Konsep Modernisasi Pertanian ala Audy Joinaldy

Dikatakan Audy, menjadikan industri berbasis pertanian itu, petani harus meningkatkan produksi supaya bisa diserap sebagai input bagi sektor manufaktur. Alhasil, petani mendapatkan manfaat dan sektor industrinya mendapat kepastian pasokan input yang kemudian diolah sehingga menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

Kemudian Audy juga menyebutkan, untuk mamajukan pertanian tersebut pihakna juga akan mempersiapkan pertanian digital, Revolusi Industri 4.0.

"Pertanian digital itu, yang mengandalkan sensor, robot, peta digital kondisi air secara real time, peta kondisi hara tanah serta hama untuk aplikasi air pupuk, dan pestisida hijau," sebut putra Solok tersebut. 

Lanjut Audy, pertanian digital juga akan mengoptimalkan pemanfaatan energi air laut dan matahari untuk menghasilkan pangan.

Menurutnya, melalui pertanian digital dapat mempermudah kerja para petani, menjadi manajemen mengurangi risiko bidang pertanian. Selain itu, dapat mengoptimalkan potensi keuntungan yang bisa diraih para petani.

"Maka dari itu para petani-petani ini harus diberikan pelatihan dan pembinaan dalam mengelola hasil pertanian berbasis digital," ujar pria kelahiran 1983 itu.

Audy mengatakan, masalah pertanian ini adalah hal yang penting, karena tulang punggung provinsi ini adalah pertanian. Maka untuk memajukan hal itu ia akan memfokuskan program pertanian. Baik itu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga