Tolak Dimakamkan Sesuai Protokol Covid, Jenazah Dibawa Paksa Pulang Oleh Keluarga

Tolak Dimakamkan Sesuai Protokol Covid Jenazah Dibawa Paksa Pulang Oleh Keluarga Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Menolak jenazah keluarganya dimakamkan sesuai protokol Covid-19, pihak keluarga jenazah pasien suspect di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), membawa pulang paksa jenazah keluarganya.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD Pariaman, Indria Velutina saat dihubungi oleh Covesia pada Jumat (23/10/2020).

"Pihak keluarga membawa pulang paksa jenazah, atau dibawa pulang atas permintaan keluarga pasien," sebut Indria.

Lanjut Indria, jenazah merupakan ibu hamil yaitu warga Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman, berumur 24 tahun dan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB. 

Sebelumnya pasien dirujuk ke RSUD Pariaman, pada Kamis (22/10/2020) kemaren, dan sudah dilakukan tes swab yang kemudian sampelnya dikirim ke Labor di Padang, namun hasilnya belum keluar.

"Tadi setelah saya hubungi pihak labor di Kota Padang, tapi mereka mengatakan hasilnya swab pasien belum keluar, kemungkinan hasil labornya keluar nanti sekitar pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB," jelasnya.

Indria menyebutkan, sebelum pasien ini dirujuk ke RSUD Pariaman, dan hasil diaknosa dokter rumah sakit perujuk menyatakan kalau pasien ini pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Jadi tentu pihaknya memasukan pasien ke ruang isolasi, sebab itu adalah aturan dokter.

"Sebanarnya kalau pasien memang tidak ada tanda-tanda Covid-19, seharusnya rumah sakit sebelumnya tidak merujuk pasien ke sini. Kemudian dokter yang merujuk ke RSUD ini juga menyatakan kalau pasien itu PDP Covid-19, jadi tentu kami merawatnya secara pasien Covid-19," ungkapnya. 

Dikatakan Indria juga, sebelum pasien dirawat di RSUD Pariaman, pihak rumah sakit sudah mejelaskan kepada keluarga, bahwa jika terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu meninggal dunia, apakah siap untuk diselenggarakan secara jenazah Covid-19, dan keluarga pasien menyatakan siap. 

"Pernyataan itu kami buat secara tertulis dan ditanda tangani oleh pihak keluarga kalau mereka siap," ujarnya. 

Namun sekarang pihak keluarga menolak untuk itu, mereka ingin melakukan jenazah dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan pihak keluarga. 

"Kami kan tidak mau, misalkan keluar hasil labornya jenazah ini positif Covid-19, jadi siapa yang bertanggungjawab nantinya kalau penyelenggara jenazah pasien tidak sesuai protokol Covid-19. Sebab bisa akan banyak nantinya yang positf Covid-19, makanya kami minta untuk pemakamannya sesuai protokol Covid-19," ucapnya. 

Jadi kata Indria, kalau jenazah itu dibawa pulang paksa, selanjutnya itu pihak Kabupaten Padang Pariaman lagi, soal pasien warga di sana.

"Staf saya sudah menginformasikan masalah ini kepada Satgas Covid-19 Padang Pariaman," katanya 

Sementara itu, pihak keluarga pasien bernama Ismail saat dihubungi Covesia.com juga membenarkan kalua pihaknya ingin jenazah korban di bawa pulang ke rumah dulu, dan menolak untuk dimakamkan oleh oleh pihak rumah sakit sesuai protokol Covid-19.

"Keluarga ingin jenazah dibawa pulang ke rumah dulu, dan karena itu pihak rumah sakit meminta pihak keluarga untuk mencari ambulan sendiri," jelasnya.

Saat dihubungi oleh Covesia.com jenazah masih berada di rumah sakit untuk persiapan pulang.

(per/adi)

Berita Terkait

Baca Juga