Kota Padang Salah Satu dari 10 Daerah yang Menjadi Perhatian Nasional Akibat Covid-19

Kota Padang Salah Satu dari 10 Daerah yang Menjadi Perhatian Nasional Akibat Covid19 Ilustrasi - Dok. Covesia

Covesia.com - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa Kota Padang menjadi salah satu daerah dari 10 daerah yang menjadi perhatian nasional akibat pertambahan kasus Covid-19. 

"Kota Padang semenjak dinyatakan zona merah, merah terus, Agam pernah merah balik ke orange. Kita upaya bertahap supaya covid-19 bisa melandai. Zona merah ada kaitannya dengan rumah makan karena salah satu penyebab juga," ungkap Gubernur saat diskusi melalui zoom yang bertemakan Trs Swab dan Protab Covid-19 untuk Rumah Makan dan Cafe di Zona Merah, Kamis (22/10/2020).

Irwan mengatakan jangan abai dengannkeadaan sekarang, zona merah ada 15 indikator yang nilainya kritis dan Padang belum lepas dari inikator tersebut. "Kalau abai korban akan terus bertambah. Ikuti protokol kesehatan, baik bekerja, berdagang, ke mesjid, harus sesuai protokol agar tak terinfeksi," imbuhnya. 

Dikatakan Irwan, Cafe dan rumah makan banyak yang positif. Jika terus bertambah tidak mungkin lagi menambah kapasitas buat perawatan dan isolasi. Di M Djamil sudah ditambah 68 tempat tidur, Ahmad Muchtar 100 sudah mentok. 

Lebih lanjut Irwan menyebutkan sekarang giliran rumah makan dan restoran dites karyawannya agar tak ada cluster baru. 

"Kita bolehkan restoran buka usahanya dan memastikan karyawannya sehat. Ikut protokol kesehatan. Agar tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab pelaksanaan PSBB gak mungkin, dananya sudah tidak ada dan kita sampai ke resesi. Kita tak ingin merugikan rumah makan, tapi meyakinkan bahwa rumah makan aman dari Covid-19. Jika sehat semua malah jadi daya tarik sendiri. Semua untung masyarakat sehat, pemilik usaha untung, "jelasnya. 

Supaya kita terhindar dari Covid-19 muncullah instruksi Gubernur. Sebab Gubernur punya kewenangan kepala gugus tugas arahan, bupati dan walikota mencegah dan mengendalikan. Sebelumnya hotel lebih duluan di swab. Destinasi wisata juga swab gratis. Sopir taksi juga dites lewat organda.

Diakhir, Irwan memesankan agar jangan takut diswab. "Saya 24 kali dites, besok yang ke 25 saya di BIM tes lagi. Mari jaga diri dan keluarga, ini bisa terhenti penularannya. Kita beri fasilitas gratis," tutupnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga