Pertumbuhan Kredit Tak Optimal, OJK Sumbar: Perbankan Turut Terdampak Pandemi Covid-19

Pertumbuhan Kredit Tak Optimal OJK Sumbar Perbankan Turut Terdampak Pandemi Covid19 Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Misran Pasaribu menyebutkan bahwa dampak pandemi Covid-19 cukup memengaruhi perbankan di provinsi itu. Pandemi juga memengaruhi sektor usaha dan mengakibatkan kegiatan usaha melemah karena minimnya permintaan pasar. 

"Permintaan terhadap kredit terdampak juga kepada perbankan. Hingga pertumbuhan kredit malah menjadi negatif. Bagi perbankan cukup berhati-hati karena kondisi tidak begitu bagus. Kalau dipaksakan memberikan kredit malah tidak baik kualitas kreditnya. Ini yang memengaruhi pertumbuhan kredit tidak optimal, namun itu lebih baik dibandingkan dengan nasional yang mengalami penurunan signifikan," ungkap Misran saat konferensi pers via zoom, Kamis (22/10/2020).

Namun demikian, kata Misran, perbankan tidak mendapat perburukan yang hebat. Kualitas kredit perbankan masih bisa dijaga dalam kondisi relatif.

Kinerja industri pasar modal di Sumbar misalnya, masih relatif baik dan tetap mengalami pertumbuhan. Di Agustus 2020 transaksi komulatif  sebesar Rp4,75 triliun. Volume transaksi mencapai 14 Juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 11 juta kali.

"Terbanyak di Padang investornya. Kami juga terus melakukan sosialisasi edukasi untuk melakukan investasi di pasar modal," katanya.

Tak hanya itu, Misran juga menyebutkan bahwa sampai dengan posisi bulan Agustus 2020, jumlah entitas sektor jasa keuangan yang memiliki jaringan kantor di Provinsi Sumatera Barat adalah sebanyak 268 entitas yang terdiri dari perbankan, IKNB dan industri pasar modal. 

Sementara itu, IKNB di Sumatera Barat masih didominasi oleh Perusahaan Pembiayaan atau Leasing dan Perusahaan Asuransi, baik dari jumlah entitas maupun volume usaha. Sedangkan untuk IKNB lainnya seperti Perusahaan Penjaminan Modal Ventura, Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan Mikro masih memiliki share yang relatif belum terlalu besar.

Misran juga mengatakan bahwa banyak masyarakat kita yang berhati-hati melakukan investasi dengan menyimpan dananya. Ini tidak di Sumbar saja tapi daerah lainnya secara global.

Di dalam konferensi pers tersebut, Ketua OJK Perwakilan Sumbar tersebut juga memaparkan peran OJK dalam pemulihan ekonomi nasional. 

"Ada 11 kebijakan stimulus untuk menjaga stabilitas keuangan untuk mencegah dampak perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat," sebutnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga