Ini Strategi Audy Joinaldy Agar Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Lebih Maju

Ini Strategi Audy Joinaldy Agar Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Lebih Maju Audy Joinaldy saat bersama Mahyeldi Ansharullah.

Covesia.com - Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy mengatakan, penyumbang ekonomi terbesar di provinsi tersebut adalah dari sektor pertanian, yaitu perternakan, perkembunan dan perikanan. 

Selain itu, kata Audy, angkatan kerja sektor pertanian juga paling tinggi yaitu sekitar 50 persen. Tapi kenapa pertumbuhan ekonominya belum terlalu maju di Sumbar.

"Sebagai contoh, di lihat di Sulawesi Selatan penyumbang perekonomiannya juga dari sektor pertanian, tapi pertumbuhan perekononian Sulawesi Selatan lebih maju dari Sumbar," ungkap Audy saat dihubungi covesia.com pada Senin (12/10/2020).

Menurut Audy, di Sulawesi Selatan itu pertaniannya lebih dewasa dan lebih maju. Karena di Sulawesi Selatan itu sudah ada integrasi atau pembauran pertanian dari hulu sampai hilirnya, dan hilirisasinya lebih baik dari Sumbar. Sehingga Sulawesi Selatan salah satu lumbung jagung dan padi nasional. 

"Kami harus konsen banyak juga di Sumbar untuk mengintegrasikan pertanian dari hulu sampai hilirnya. Kemudian kami juga ingin Sumbar ini menjadi lumbung jagung dan padi Nasional. Kalau sudah demikian, artinya sudah ada integgrasi hulu sampai hilir," jelasnya. 

Artinya, kata Audy, hulunya harus menghadiri benih jagung dan padinya. Kalau hilirnya Sumbar harus mempunyai alat-alat dalam proses pembuatan benih padinya, dan pengering jagung yang bagus.

Kemudian dijelaskan Audy, untuk meningkatkan perekononian masyarakat dari sektor pertanian, harus ditingkatkan produktivitas lahannya atau tanahnya, dan penggunaan benih yang tepat dengan kondisi tanah. 

"Itu akan bisa meningkatkan produktifitas hasil panen, yang dulunya mendapatkan 6 ton sekali panen, sehingga bisa lebih walaupun dengan ukuran lahan yang sama," katanya. 

Audy menyebutkan, jika nanti pihaknya terpilih memimpin Sumbar, mendampingi Mahyeldi Amsarullah, sebagai calon Wakil Gubernur Sumbar, dengan jargonnya Milenial Manang. 

Programnya nanti untuk memutus mata rantai tataniaga yang panjang. Sebab katanya pada umum masyarakat terlalu lama bertani. Kedepannya pihaknya akan mencoba mendekatkan petani langsung dengan konsumen, yaitu dengan teknologi seperti melalui market ples atau penjualan produk secara daring.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga