Tersandung Dugaan Kasus Korupsi, Tiga ASN Pemko Payakumbuh Ditahan Kejaksaan

Tersandung Dugaan Kasus Korupsi Tiga ASN Pemko Payakumbuh Ditahan Kejaksaan Tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh ditahan Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Selasa (6/10/2020).

Covesia.com - Tiga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh ditahan Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Selasa (6/10/2020). Ketiga ASN ini berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran Payakumbuh yang diduga tersandung kasus korupsi pengadaan Mobil Kebakaran.

Ketiga ASN ini berinisial AD, HL dan DS. Diduga, ketiga ASN ini menjual mobil damkar tua pada tahun 2017 dan merugikan negara sebesar Rp 150 juta.

"Unit Tipikor Polres Payakumbuh telah menetapkan tersangka kepada ketiga ASN ini seminggu yang lalu. Kemudian berkas telah lengkap (P-21) dan diserahkan kepada kami. Sekarang, ketiga ASN ini menjadi tahanan kejaksaan negeri Payakumbuh," sebut kepala Kejari Payakumbuh, Suwarsono melalui Kasi Pidsus Kejari Payakumbuh, Satria Lerino kepada wartawan. 

Satria Lerino juga mengatakan ketiga ASN ini akan ditahan selama 20 hari kedepan. Sampai berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan Negeri Payakumbuh.

"Selama 20 hari kedepan, tersangka kami tahan dulu. Sampai berkas dan barang buktinya kami limpahkan ke pengadilan," sebutnya. 

Untuk kasus ini, penyidik Polres Payakumbuh telah melakukan pendalaman sejak setahun terakhir. Di mana Polres Payakumbuh mendapati penjualan mobil damkar jenis Isuzu TX ke salah satu bengkel di Payakumbuh tanpa menghapus aset. Dengan begitu, diperkirakan Negara dirugikan atas penjualan tersebut sekitar Rp 150 juta. 

“Ketiga tersangka dijerat melanggar Pasal 10 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal  55 Ayat 1 ke-1 KUHP Pidana,” ujar Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP M Rosidi.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Damkar Payakumbuh Devitra yang dikonfirmasi secara terpisah, mengaku sudah mendapat informasi, terkait penahanan  seorang Kasi dan dua staf Damkar ini.

 “Iya, kami sudah dapat informasi. Pemko Payakumbuh menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Devitra singkat.

(Agg) 

Berita Terkait

Baca Juga