Milenial di Pariaman Diajak Manfaatkan Lahan Tidur di Tengah Pandemi Covid-19

Milenial di Pariaman Diajak Manfaatkan Lahan Tidur di Tengah Pandemi Covid19 Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumbar Dasri.

Covesia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengajak milenial di daerah itu untuk menjadi petani di tengah pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan lahan tidur yang terdapat di daerah itu sekitar 350 hektare.

"Bertani itu bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan keluarga tetapi ini merupakan agribisnis atau sebagai mata pencarian," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Dasril di Pariaman, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengatakan hingga saat ini sudah ada kelompok petani milenial di Pariaman dengan memanfaatkan lahan kosong salah satunya yaitu di Desa Padang Biriak-biriak, Kecamatan Pariaman Utara yang di dalamnya terdiri dari mahasiswa dan pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan tetap.

Ia menyampaikan kelompok tersebut terus dibina oleh dinas terkait dan sekarang menjadi percontohan untuk kelompok petani milenial lainnya di Pariaman.

"Kami bantu mereka dengan bibit berbagai jenis tanaman sayur, bibit jagung, nanas, dan ikan. Di bawahnya kolam ikan dan di atasnya sayur," katanya.

Saat ini, lanjutnya petani tersebut telah menghasilkan berbagai jenis sayuran yang dipasarkan ke Kota Padang. Namun ia belum bisa memastikan berapa omzet yang telah didapatkan oleh kelompok tersebut.

Kelompok tersebut sekarang baru memanfaatkan satu hektare lahan dari tiga hektare lahan yang disediakan oleh pemerintah desa setempat.

"Pemerintahan desa juga mendukung ini, bahkan ketika kami menganggarkan dana untuk program ini pemerintah desa pun juga ikut menganggarkan untuk melengkapi sarana prasarana," ujarnya.

Menjadikan kaum milenial sebagai petani tidak saja sebagai langkah untuk menciptakan ketahanan pangan di Kota Pariaman di masa pandemi namun juga menciptakan lapangan pekerjaan yang sekarang sulit untuk didapatkan akibat penyebaran virus tersebut.

Bahkan menurut catatan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kota Pariaman sejumlah sektor ekonomi di daerah itu terdampak pandemi COVID-19 namun di bidang usaha untuk kebutuhan pokok tidak mengalami dampak yang signifikan.

"Awal 2020 jumlah UMKM di Pariaman mencapai 7.879 pelaku usaha yang terdampak itu lebih dari 60 persen yang terdiri dari aneka kerajinan, makanan, maupun industri lain. Sekarang ini yang masih bertahan yaitu untuk kebutuhan pokok" kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga