Buka Usaha Penetasan Ayam Kampung, Pemuda di Kota Pariaman Ini Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Buka Usaha Penetasan Ayam Kampung Pemuda di Kota Pariaman Ini Beromzet Puluhan Juta per Bulan Arif Syahputra saat memasukan telur ayam ke mesin penetas (Foto: Peri)

Covesia.com - Salah seorang pemuda di Padang Kunik, Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), bernama Arif Syahputra (30) memiliki omzet sekitar Rp10 juta per bulan dari hasil penjualan anak ayam kampung yang baru ditetaskannya. 

"Setiap minggu ada sekitar 400 telur ayam yang berhasil ditetaskan dan satu ekor anak ayam dijual dengan harga Rp6 ribu," sebut Arif Syahputra pada Rabu (30/9/2020).

Lanjut Arif, meskipun dirinya mampu menetaskan ratusan telur setiap minggunya namun ia tidak bisa memenuhi tingginya permintaan konsumen.

"Sehingga pelanggan harus menunggu satu hingga dua bulan untuk mendapatkan anak ayam yang ditetaskan melalui inkubator," jelasnya. 

Dikatakan Arif, setiap minggunya sekitar Rp2,4 juta omzetnya, namun modal yang dikeluarkan sekitar Rp1,4 juta untuk membeli telur ayam kampung dari warga setempat dan biaya bayar listrik.

Arif menceritakan awal mula dirinya mulai menjadi peternak untuk menetaskan telur tersebut yaitu ketika pulang dari rantau pada 2017 lalu, dan melihat mesin penetas telur milik temannya yang tidak terpakai.

"Melihat hal tersebut saya meminjamnya dan mencoba untuk menetaskan telur," ujarnya.

Meskipun di awal menjalankan usaha tersebut dirinya gagal namun ia menambah pengetahuannya dengan mendatangi sejumlah peternak penetas telur di sejumlah lokasi di daerah itu serta mempelajarinya di Youtube.

Hingga sekarang setidaknya dirinya memiliki lima mesin penetas telur dengan kapasitas untuk satu mesin tersebut mampu menampung 300 butir telur.

Selain menjual anak ayam yang baru siap menetas, ia juga menjual anak ayam kampung dengan harga Rp15 ribu per ekor yang biasanya ayam tersebut digunakan warga untuk pengobatan tradisional.

Untuk meningkatkan usahanya ia berencana mencari agen ayam kampung agar dirinya bisa menjual ayam pedaging jenis unggas tersebut minimal 500 ekor per minggu.

(per)


Berita Terkait

Baca Juga