BPJamsostek Bukittinggi Minta Peserta Taat Iuran Dikala Berlakunya Relaksasi

BPJamsostek Bukittinggi Minta Peserta Taat Iuran Dikala Berlakunya Relaksasi BPJamsostek Bukittinggi

Covesia.com - Sejak diberlakukannya relaksasi (keringanan) iuran bagi segenap peserta peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang sudah berjalan mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021 mendatang, diharapkan peserta peserta BPJamsostek khususnya di wilayah Bukittinggi diminta taat iuran tersebut.

Kepala Cabang BPJamsostek Bukittinggi Ocky Olivia dalam siaran tertulisnya yang diterima, Rabu (30/9/2020) menyebutkan, sesuai PP Nomor 49 Tahun 2020 yang diteken Presiden Jokowi, ada banyak keuntungan bagi peserta BPJamsostek seperti diskon pembayaran iuran 99 persen, keringanan denda, dan penundaan iuran jaminan pensiun.

"Keringanan iuran ini berlaku bagi seluruh peserta setiap kategori. Baik itu kelompok Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU) maupun pekerja konstruksi. Khusus untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, selama relaksasi diskon iuran diberikan 99 persen. Jadi semua peserta hanya perlu membayar 1 persen saja,” ungkap Ocky.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama pandemi melanda negeri, penyesuaian iuran ini ditujukan agar perlindungan hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta tetap dikedepankan. Selain itu relaksasi bisa pula meringankan beban pemberi kerja dan peserta serta mendukung upaya pemulihan perekonomian maupun kelangsungan usaha.

"Manfaat lain yang bisa dinikmati peserta selama periode ini yaitu adanya keringanan denda iuran. Jika selama ini peserta yang menunggak dibebankan denda sebesar 2 persen, dengan ketentuan ini diturunkan hanya menjadi 0,5 persen untuk setiap keterlambatan," jelasnya

Ocky menambahkan, perpanjangan jangka waktu jatuh tempo pembayaran iuran yang biasanya berlaku setiap tanggal 15, diperpanjang menjadi tanggal 30 di bulan berikutnya.

"Oleh sebab itu, melalui segala keringanan tersebut, kita meminta peserta BPJamsostek Bukittinggi taat iuran dan mengoptimalkan manfaat pemberlakuan relaksasi iuran tersebut," pungkasnya.

(*/don)

Berita Terkait

Baca Juga