Penjelasan KPU Sumbar Usai Sidang DKPP Terkait ''Sengketa'' dengan Tim FaGe

Penjelasan KPU Sumbar Usai Sidang DKPP Terkait Sengketa dengan Tim FaGe Ilustrasi

Covesia.com - Komisioner KPU Sumbar Bidang Pelaksanaan dan Teknis, Izwaryani menyebutkan materi Form BA 5.1-KWK yang menjadi konsentrasi dalam sidang etik dugaan pelanggaran DKPP RI di aula kantor KPU Sumbar, Selasa (29/9/2020) sudah selesai. 

Bagi Izwaryani, saat sidang sengketa antara KPU Sumbar dengan tim Fakhrizal - Genius Umar di Bawaslu Sumbar beberapa saat yang lalu, materinya sama dengan materi Sidang DKPP kali ini.

"Saat di Bawaslu, materinya sama dan terlihat bahwa materi yang dilontarkan oleh pengadu tidak jelas. Akhirnya, tidak jelas juga apa dan berapa kerugian yang dialami oleh pengadu," sebut Izwaryani kepada wartawan. 

Ia juga mengatakan dengan ditolaknya seluruh materi dari pengadu, dapat disimpulkan persoalan ini telah selesai. Kemudian, untuk membuat form BA 5.1-KWK ini juga telah direstui oleh KPU RI.

"Menurut KPU RI, kami berwenang membuat Form BA 5.1-KWK ini. Dan memang ada aturannya. Jadi kami menjalankan kewenangan kami," sebutnya. 

Sementara itu, perwakilan pengadu dari Tim Fakhrizal-Genius Umar (FaGe), Ardyan menyebutkan walaupun Fakhrizal-Genius Umar telah resmi sebagai paslon Cagub-Cawagub Sumbar tahun 2020 dari jalur partai politik. Namun, pihaknya tetap akan melanjutkan proses pelaporan ke DKPP ini. 

Baginya, proses yang sedang berjalan di DKPP adalah bentuk perjuangan untuk menegakkan dan menyelenggarakan pilkada sesuai dengan aturan. Tanpa ada diskriminasi dan main mata.

"Ini bukan persoalan sengketa hasil pilkada lagi. Tetapi bagaimana proses menegakkan demokrasi dan pilkada sesuai aturan. Kami ingin mewujudkan Pilkada yang benar-benar bersih tanpa ada unsur menjatuhkan satu pihak," ucapnya. 

(agg/rdk) 

Berita Terkait

Baca Juga