Hati-hati, Investasi Bodong Intai Masyarakat di Tengah Himpitan Ekonomi

Hatihati Investasi Bodong Intai Masyarakat di Tengah Himpitan Ekonomi Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Investasi bodong bergentayangan di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bahkan merebaknya virus Corona bakal mengantarkan Indonesia ke jurang resesi, sebagaimana dipastikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan terjadi pada akhir September ini.

Di tengah situasi tersebut, investasi bodong yang menawarkan janji surga makin tumbuh subur.

"Jadi di masa pandemi ini juga makin banyak bermunculan investasi-investasi itu yang menawarkan bonus, menawarkan reward yang sebenarnya secara skema bisnisnya tidak rasional untuk mendapatkan reward yang cukup besar," kata Ekonom di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Apalagi biasanya investasi bodong menjanjikan keuntungan lebih besar dibandingkan deposito, saham, dan instrumen investasi sah lainnya.

"Nah tiba-tiba ada model investasi yang nilai keuntungannya besar sekali bagi investor. Nah berarti ini kan orang memandang ini sebagai suatu kesempatan, apa lagi nih yang bisa menawarkan di tengah resesi," sebutnya.

Apalagi situasi saat ini tak sedikit orang yang gajinya dipotong hingga kehilangan pekerjaan. Mereka amat mudah tergoda dengan investasi bodong.

"Yang baru kehilangan pekerjaan atau baru kehilangan pendapatan, ada pemotongan gaji, itu juga harus mencermati juga, karena kalau misalnya ada tawaran yang menggiurkan itu gampang sekali tergoda tanpa melakukan kroscek atau pendalaman lebih lanjut," tambahnya.

Bhima Yudhistira menilai masyarakat harus melakukan cross check untuk memeriksa identitas pihak yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang menggiurkan itu agar tidak tertipu.

"Nah ini yang perlu jadi perhatian masyarakat ya. Jangan mudah tergiur, kemudian juga harus cross check ya," kata dia.

Apalagi sekarang muncul tawaran investasi menggunakan identitas yang mirip dengan entitas tertentu yang sudah diakui demi mengelabui korban.

Berikutnya, Bhima menyarankan masyarakat mempelajari dulu model bisnis yang ditawarkan. Kalau tidak masuk akal sebaiknya hati-hati.

"Jadi kalau ada model bisnis yang tidak wajar menawarkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat, apalagi di tengah situasi resesi yang mana hampir semua aset finansial itu mengalami tekanan, tapi ini ada yang menawarkan keuntungan yang tidak wajar justru jadi pertanyaan," jelasnya.

Lalu bila ada kegiatan investasi yang mencurigakan, sebaiknya masyarakat segera memberitahu otoritas terkait, dalam hal ini Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan.

"Harus segera proaktif melaporkan kepada otoritas karena kemampuan dari OJK juga terbatas. Jadi kita perlu partisipasi dari masyarakat juga. Jadi kalau ada investasi yang iming-imingnya sudah meragukan bisa dicek kepada OJK Satgas Waspada Investasi itu, benar nggak ini investasinya," tambah dia.

(Detik.com)

Berita Terkait

Baca Juga