Deputi Gubernur BI: Ekonomi Turun Masif, Indonesia Harus Jadi Pemasok Produk Halal Dunia

Deputi Gubernur BI Ekonomi Turun Masif Indonesia Harus Jadi Pemasok Produk Halal Dunia Deputi Gubernur BI, Sugeng saat menjelaskan dampak Covid-19 bagi ekonomi di acara pembukaan FESyar secara virtual, Senin (14/9/2020). Foto: Covesia/Laila

Covesia.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan bahwa Covid-19 memiliki dampak yang besar termasuk dampak ekonomi. Termasuk Indonesia, setidaknya pendapatan perekonomian minus 4,1 persen. 

Tak hanya Indonesia negara lain seperti Amerika, China, India, Eropa juga terdampak akibat Covid-19 ini. Namun demikian Indonesia harus tetap beruhasa mewujudkan targetnya untuk menjadi negara maju di 2045 mendatang. 

"Menjadi negara maju di 2045 tidaklah gampang. Ada dua hal yang paling utama untuk menuju negara maju yakninya berpendapatan tinggi dan sudah masif menggunakan segala sesuatu ke arah digital," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng dalam pembukaan seremonial Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatra secara virtual, Senin (14/9/2020).

Sugeng mengatakan, masyarakat Indonesia sudah familiar dengan dengan teknologi, sebagai pendorong utama untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. 

"Kita punya penduduk mayoritas muslim lebih 80 persen, dan kekuatan besar 28 ribu persentren atau 2 juta santri. Ini daya inovasi untuk kemajuan ke depan. Bahkan 59 persen penduduk kita milenial ini bisa mencari solusi dan inovasi dari mereka," jelasnya.

Namun sayangnya, kata Sugeng, Indonesia belum bisa memanfaatkan secara optimal. 

"Thailand pemasok makanan halal dunia, China pemasok busana muslim dunia, Korsel pusat wisata halal dunia, Australia pemasok daging halal di dunia. Harusnya Indonesia jadi pemasok produk halal dunia karena punya banyak hal," tambahnya. 

Dia menjelaskan bahwa Indonesia bisa melakukan pemberdayaan ekonomi syariah secara komprehensif, pertama lewat pertanian, kedua industri halal di food dan fashion. Lalu energi perbarukan dan pariwisata halal. 

"Fokus Bank Indonesia sudah ke arah ini, dengan berbagai program yang mengembangkan ekonomi syariah," pungkasnya. 

(ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga