Biar Tak Gagal Paham, Ini Arti Sebenarnya dari Istilah Megathrust

Biar Tak Gagal Paham  Ini Arti Sebenarnya dari Istilah Megathrust Ilustrasi, Pixabay

Covesia.com - Gempa Bumi yang mengguncang wilayah Banten dengan kekuatan 6,7 SR pada Jumat Sore kemarin juga dirasakan di beberapa wilayah lainnya seperti Jakarta dan Lampung. Usai kejadian tersebut warga khususnya di media sosial ramai memperbincangkan akan dampak susulan yang mungkin terjadi di hari esok.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa Ujung Kulon, Banten kemarin sebenarnya bukan ancaman sesungguhnya.

"Karena segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7 dan ini dapat terjadi sewaktu-waktu, inilah ancaman yang sesungguhnya," kata Daryono, seperti dilansir dari Suara.com, Sabtu (15/1/2022).

Nah, berbicara soal Megathrust apa sebenarnya maksud dari istilah tersebut?

Mungkin diantara kita banyak yang salah paham soal istilah Megathrust ini, dan pada umumnya masyarakat awan menilai istilah tersebut merupakann sebuah ancaman nyata atau sangat menakuti bilamana terjadi.

Untuk meluruskan pemahaman yang benar tersebut, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memberikan penjelasan utuh soal istilah Megathrus ini, menurutnya istilah megathrust memang sering sekali menempel dengan istilah gempa. Dua hal itu memang berhubungan. Namun kadang-kadang megathrust malah diartikan sebagai gempa besar. Padahal bukan.

"Gempa megathrust dipahami sebagai sesuatu yang baru dan segera akan terjadi dalam waktu dekat, berkekuatan sangat besar, dan menimbulkan kerusakan dan tsunami dahsyat. Pemahaman seperti ini tentu saja kurang tepat," kata Daryono yang dinukil dari detik.com

Yang terbaru, ilmuwan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap potensi tsunami di selatan Pulau Jawa setinggi 20 meter. Tsunami itu terjadi bila ada gempa besar di kawasan megathrust.

Apa itu zona megathrust?

Zona megathrust adalah istilah untuk menyebut jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang, tapi relatif dangkal. Di sini, ada kata 'mega' berarti 'besar'. Kata 'thrust' berarti 'dorongan'. Lempeng bumi digambarkan menumpuk, lempeng di bawah mendorong lempeng di atasnya.

"Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai 'patahan naik yang besar', yang kini populer disebut sebagai zona megathrust," kata Daryono.

Zona megathrust sebenarnya sekadar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antarlempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa. Jika terjadi gempa, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting).

"Zona megathrust bukanlah hal baru. Di Indonesia, zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia," kata dia.

Megathrust memang bukan gempa, namun lokasi megathrust bisa menjadi sumber gempa bila lempeng-lempeng bumi itu bergerak. Gempa dalam skala besar di laut kemudian memicu tsunami.

Segmen zona megathrust di Indonesia sudah dapat dikenali potensinya. Ada tiga zona megathrust di zona subduksi aktif, yakni:

1. Subduksi Sunda mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

2. Subduksi Banda

3. Subduksi Lempeng Laut Maluku

4. Subduksi Sulawesi, (5) subduksi Lempeng Laut Filipina, dan 6. subduksi Utara Papua.

Nah, dengan penjelasan pakar diatas mungkin akan menambah wawasan kita soal apa arti sebenarnya dari istilah yang familiar ditelinga sesaat setlah gempa terjadi itu.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga