Rekam dan Setubuhi Gadis Belia di Sawah, Seorang Pemuda di Sampang Terancam 15 Tahun Bui

Rekam dan Setubuhi Gadis Belia di Sawah Seorang Pemuda di Sampang Terancam 15 Tahun Bui Ilustrasi, Pixabay

Covesia.com - Laku seorang pemuda di Kecamatan Sampang Madura ini tidak elok dan tak layak ditiru. Seorang pemuda berinisial SA (19) berulah melakukan aksi cabul terhadap seorang gadis remaja di wilayah itu.

Tidak hanya mencabuli hingga meniduri gadis belia tersebut di sawah, SA juga merekam adegan tidak senonoh tersebut.

Akibat perbuatannya SA kini harus meringkuk dalam ruang tahanan setelah keluarga si gadis melaporkan kasus tersebut ke kepolisian setempat.

Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Irwan Nugraha menuturkan, dugaan kasus pencabulan tersebut telah dilaporkan oleh pihak keluarga korban pada 13 Desember 2021 lalu.

"Korban dan terduga SA ini telah seling mengenal sebelumnya," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (28/12/2021).

Irwan menjelaskan kalau pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan SA terhadap Bunga berlangsung di persawahan dekat rumah tersangka, Dusun Penobun, Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, 3 Oktober 2021.

Korban dan pelaku juga berasal dari daerah yang sama. Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban mencurigai sikap Bunga yang selalu murung. Ketika ditanya, mengaku telah dicabuli oleh terduga.

"Sontak pihak keluarga mendatangi petugas dan melaporkan kejadian dugaan tindak asusila tersebut," katanya menegaskan.

Bunga sempat menolak ajakan SA pergi keluar rumah untuk melakukan persetubuhan. Namun, tersangka terus membujuk hingga korban luluh.

"Saat melakukan pencabulan, tersangka merekam hubungan badan dengan korban melalui kamera handphone," ujarnya menambahkan.

Pada 9 Oktober 2021, lanjut Irwan, tersangka mengajak Bunga lagi untuk melakukan hal yang sama. Korban menolak dan mendapat ancaman dari pelaku dengan cara akan menyebarkan rekaman video persetubuhan ke media sosial.

Supaya video tidak disebar, korban menuruti hasrat tersangka hingga melakukan persetubuhan yang kedua kalinya. "Usai kejadian, korban diantar pulang oleh pelaku sampai di gang rumah," katanya.

Akibat perbuatanya, terduga terancam dijerat dengan menerapakan pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomo 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pelaku terancam hukuman pidana lima sampai 15 tahun penjara.

(Suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga