Total Kerugian Akibat Kematian Massal Ikan KJA Maninjau Agam Sebesar Rp28,9 Miliar

Total Kerugian Akibat Kematian Massal Ikan KJA Maninjau Agam Sebesar Rp289 Miliar Foto: Dok. Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat kematian massal ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau tercatat sebanyak 1.445 ton. Kepala DPKP Agam, Rosva Deswira mengatakan, jumlah tersebut setelah dilakukan penghitungan oleh penyuluh pertanian yang berasal dari ratusan KJA di sekitar Danau Maninjau.

Dari pendataan tersebut diketahui, kematian massal ikan meliputi Nagari Koto Malintang sebanyak 520 ton, Nagari Tanjung Sani 330 ton, Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Bayua 20 ton. Sementara itu untuk Nagari Maninjau 15 ton, Nagari Sungai Batang 50 ton dan Nagari Koto Gadang 220 ton. 

"Untuk kematian ikan terbanyak terjadi di Koto Malintang sebanyak 520 ton, dan kematian terkecil Nagari Maninjau sebanyak 15 ton," ujarnya Selasa (28/12/2021).

Dijelaskan Rosva, jika dikalkulasikan kerugian petani akibat kematian massal ikan sekitar Rp28,9 miliar. hal itu sesuai harga jual ikan ditingkat petani Rp20 ribu per kilogram.

Menurutnya, kematian massal ini dipicu curah hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu terakhir. Hal itu menyebabkan sedimen yang mengendap di dasar naik ke permukaan danau, kondisi ini membuat kadar oksigen berkurang di air dan ikan menjadi pusing dan mati.

Tidak hanya itu saja banyaknya bangkai ikan yang mengapung di permukaan danau membuat kondisi air semakin tercemar, hal itu memicu kematian ikan menjadi semakin banyak. 

"Kita sudah mengimbau masyarakat untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau, lebih baik dibawa ke darat dan dikubur," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau para petani untuk segera memanen ikan yang berukuran cukup besar, atau memindahkannya ke kolam air darat hal itu untuk mengurangi jumlah kematian ikan dan kerugian materil.

(jhn/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga