Bibir Pantai Muaro Lasak Dipenuhi Sampah, Ini Harapan Pengunjung

Bibir Pantai Muaro Lasak Dipenuhi Sampah Ini Harapan Pengunjung Foto: Laila Marni/covesia
Covesia.com - Libur Natal dan Tahun Baru biasanya dihabiskan untuk berlibur bersama keluarga dan orang tercinta oleh kebanyakan orang. Sejumlah objek wisata dipadati, begitu juga di Sumatera Barat.

Pemandangan yang berbeda dari pantauan Covesia.com di pantai Muaro Lasak, Kota Padang. Tepatnya di sisi kanan dan kiri Tugu Merpati Perdamaian, bibir pantai dipenuhi sampah dan warna air yang menghitam. 

Sampah berserakan di sepanjang bibir pantai seperti sampah batok kelapa muda, sandal, pakaian bekas, botol, ban bekas, galon dan urat kayu.

Di tengah pemandangan tersebut nampak 3 orang yang sedang membersihkan pantai di belakang Tugu yang saat dikonfirmasi adalah pedagang di sekitar tugu.

"Biasanya tidak sebanyak ini sampahnya, mungkin karena ombak tinggi juga, dan kini surut. Kalau sampah pedagang sudah diangkut oleh petugas kebersihan," ungkap Fitri, Pedagang kepada Covesia.com, Minggu (26/12/2021).

Dia juga menyebutkan harus turun tangan membersihkan pantai karena hawatir, nanti dilarang berdagang karena sampah yang bertebaran di sekitar objek wisata tempatnya berdagang.

Tak selang lama, tampak 3 remaja yang sedang jalan pagi. Dari pantauan Covesia.com tiga remaja tersebut membantu pedagang mengubur sampah yang berupa akar pohon.

"Kami sedang lari pagi, trus liat ibu itu, karena kasian juga kami bantu," ungkap Age siswa Taman siswa Padang yang sedang olahraga pagi. 

Dia berasama dua temannya, Aidil dan Caca merasa prihatin melihat sampah yang banyak di pantai Padang. Padahal lokasi ini salah satu spot favorit untuk berolahraga dan berwisata menikmati pemandangan.

"Semoga warga ataupun pengunjung sama-sama memperhatikan sampah agar tak mengotori pantai. Warna air laut yang hitam karena sampah juga patut dipikirkan ulang, apa lagi baunya, otomatis akan mengurangi daya minat orang berkunjung," ujarnya.
(ila)

Berita Terkait

Baca Juga