Kematian Massal Babi di Agam Disebabkan Virus ASF

Kematian Massal Babi di Agam Disebabkan Virus ASF Ilustrasi
Covesia.com - Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat menyatakan, kematian massal babi di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan disebabkan virus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi Afrika.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Farid Muslim mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sample oleh laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi.

"Hari Senin kemaren kemarin hasil pemeriksaannya keluar dan dinyatakan positif terpapar ASF," ujarnya Jumat (24/12/2021).

Sebelummya masyarakat Maua Ilia, Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia di gegerkan dengan kematian massal babi hutan di wilayah setempat.

Guna mengetahui penyebab kematian tersebut, sampel babi diambil oleh tim gabungan Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan Sumbar.

Dijelaskannya, tanda-tanda klinis hewan yang terjangkit ASF berupa kemerahan di bagian perut, dada, scrotum, diare berdarah, berkumpul bersama dan kemerahan pada telinga, demam (41derajat celcius), konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis, kejang, kadang-kadang muntah, diare atau sembelit.

Selain itu hewan juga mengalami pendarahan kulit sianosis, babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas, tidak mau makan.

Ia mengimbuhkan, masyarakat untuk tidak menyentuh jika melihat ada bangkai babi tanpa jejak luka atau hasil perburuan. meskipun ASF tidak menyebar ke manusia namun ditakutkan bisa menular kepada hewan lain.

"Untuk babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas," pungkasnya.

Pada 2019, Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia dalam siaga satu menghadapi virus flu babi ini, berbagai langkah dengan melibatkan para pihak telah dilakukan dalam upaya mencegah dan penanganannya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga