Hingga November 2021, Jasa Raharja Telah Salurkan Rp52,7 Miliar Santunan Kecelakaan di Sumbar

Hingga November 2021 Jasa Raharja Telah Salurkan Rp527 Miliar Santunan Kecelakaan di Sumbar Kepala Jasa Raharja Sumbar, Agung Tri Gunardi dalam kegiatan Media Gathering, Rabu (15/12/2021)

Covesia.com - Dari awal tahun 2021 hingga bulan November 2021, PT. Jasa Raharja Sumatra Barat (Sumbar) telah menyalurkan santunan kecelakaan sebesar Rp52,7 miliar, yang diberikan kepada korban meninggal dunia dan luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi di Provinsi Sumbar. 

"Sepanjang tahun 2021 sampai November 2021 ini kita telah menyerahkan santunan meninggal dunia sebesar Rp26, 89 miliar dan luka-luka sebesar Rp25,81 dengan total Rp52,7 miliar," jelas Kepala Jasa Raharja Sumbar, Agung Tri Gunardi dalam kegiatan Media Gathering, Rabu (15/12/2021).

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2020, terjadi sedikit penurunan penyaluran santunan kecelakaan dimana sepanjang tahun 2020 tercatat ada sebesar Rp54,5 miliar santunan kecelakaan yang disalurkan. 

"Kondisi tersebut disebabkan karena pada pandemi Covid-19 dimana mobilitas masyarakat menjadi berkurang karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat seperti PSBB dan PPKM," jelasnya. 

Berdasarkan data dari Jasa Raharja Sumbar, penerima santunan atau korban kecelakaan selama tahun 2021 sampai bulan November ini didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yakni sebesar 32,28 persen yang diikuti wiraswasta atau pengusaha sebesar 22,72 persen. 

Sementara itu rata-rata usia penerima santunan dari Jasa Raharja sampai bulan November 2021 didominasi kelompok usia produktif dari 25 sampai 55 tahun sebesar 34,99 persen, usia remaja dari 16 sampai 25 tahun sebesar 29,23 persen, usia Lansia di atas 55 tahun 20,89 persen, dan usia anak-anak dari 0 sampai 15 tahun sebesar 14,90 persen. 

Agung mengungkapkan, Jasa Raharja terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terbukti dengan besaran uang santunan yang naik sesuai dengan PMK nomor 15 dan 16/PMK.010./2017 yang mana saat ini santunan meninggal dunia naik menjadi 50 juta.

"Lalu santunan kepada korban luka-luka maskimal sebesar Rp 20 juta, biaya penguburan bagi korban tanpa ahli waris sebesar Rp 4 juta, santunan maksimal korban cacat tetap Rp 50 juta, dan manfaat tambahan seperti biaya P3K Rp 1 juta, serta biaya ambulan Rp 500 ribu," ujarnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, Jasa Raharja merupakan perpanjangan tangan negara dalam program jaminan kecelakaan penumpang umum dan program jaminan kecelakaan lalu lintas. 

Kriteria yang masuk dalam jaminan Jasa Raharja di antaranya kecelakaan antar kendaraan bermotor resmi atau tertabrak kendaraan bermotor resmi dan kecelakaan tunggal kendaraan angkutan penumpang umum resmi. 

"Kemudian yang di luar jaminan Jasa Raharja seperti kerugian materil pada kendaraan akibat terjadinya kejadian kecelakaan dan kecelakaan tunggal kendaraan pribadi," ungkap Agung. 

Mekanisme penyaluran santunan kecelakaan sendiri dimulai dari laporan kepolisian dimana Jasa Raharja menerima laporan kecelakaan secara online. Selanjutnya, Jasa Raharja melakukan jemput bola ke rumah ahli waris bagi korban meninggal. 

Setelah itu, Jasa Raharja bersinergi dengan Rumah Sakit (RS) dan BPJS Kesehatan untuk penjamin korban lakalantas yang terluka, bersinergi dengan Dukcapil sebagai verivikasi keabsahan ahli waris korban kecelakaan, dan melakukan pembayaran secara transfer atau secara overbooking untuk korban luka-luka. 

Agung mengatakan, dalam penyaluran santunan kepada korban kecelakaan, pihaknya terus meningkat kemampuan dan kualitas kecepatan pelayanan di antaranya kecepatan penyaluran santunan korban meninggal 1 hari sejak tanggal kecelakaan. 

"Bahkan kecepatan penyelesaian santunan yang berkas administrasinya lengkap hanya selama 16 menit. Dari total korban luka-luka tanpa harus membayar biaya ke RS yakni sebesar 83,8 persen," ujarnya. 

Lebih lanjut Bagi masyarakat yang mendapat musibah dan memenuhi persyaratan, Jasa Raharja mengakomodasi mereka lewat aplikasi bernama JRku yang memiliki fitur pengajuan klaim atau santunan secara online yang bisa diunduh melalui playstore maupun AppStore.

Aplikasi ini telah terhubung Dasi-JR dan aplikasi mobile pelayanan JR, serta dengan para mitra Jasa Raharja, seperti database kecelakaan IRSMS Korlantas Polri, database pasien Rumah Sakit/BPJS Kesehatan, database kependudukan Ditjen Dukcapil dan sistem pembayaran perbankan.

JRku juga mempunyai fitur pengingat masa berlaku jatuh tempo SWDKLLJ agar pemilik kendaraan tidak lupa akan kewajibannya, serta yang terbaru, telah terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sekaligus informasi soal pembayaran tilang elektronik, dan kanal perlindungan asuransi tambahan dari Jasaraharja Putera selaku anak usaha Jasa Raharja.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga