BMKG: Peringatan Dini Tsunami NTT Resmi Berakhir Pukul 12.46 WIB

BMKG Peringatan Dini Tsunami NTT Resmi Berakhir Pukul 1246 WIB Ilustrasi - Gempa terkini. Sumber: BMKG

Covesia.com - Peringatan dini tsunami pascagempa M 7,4 di daerah Nusa Tenggara Timur resmi berakhir pada Selasa (14/12/2021) pukul 12.46 WIB. Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati setelah menerima data pantauan terkini perkembangan pascagempa M 7,4 di NTT.

"Setelah menerima data, peringatan dini tsunami di NTT resmi berakhir," kata Dwikorita, mengutip Suara.com, jaringan Covesia.com.

Ia mengatakan, terdapat data gempa susulan namun kekuatannya semakin mengecil. Termutakhir, kekuatan gempa susulan berada pada level 5,6 magnitudo. "Karenanya, kami meminta masyarakat tenang, tidak terpengaruh informasi yang tak terkonfirmasi."

Dwikorita mengatakan, setelah peringatan dini tsunami berakhir, masyarakat di NTT yang tengah menyelamatkan diri bisa kembali ke rumah masing-masing. "Namun penting diperhatikan, yakni masyarakat harus memeriksa kekuatan rumahnya."

Kekinian, kata dia, masyarakat diminta tenang tapi waspada. "Kalau nanti terasa ada guncangan, terutama di daerah pesisir, bisa segera mengungsi meski belum ada sirine."

Permukaan Air Laut Naik 7 Sentimeter

Gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi di di Laut Flores, dekat Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12/2021) sekitar pukul 10.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan tingkat ancaman waspada di Flores Timur Bagian Utara.

"Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata. Hasil monitoring Tide Gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di Stasiun Tide Gauge Reo dan Marapokot, Nusa Tenggara Timur," tulis BMKG dalam keterangan persnya.

Masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata diminta untuk menjauhi pesisir pantai dan tepian sungai.

Berita Terkait

Baca Juga