Semakin Meluas, Kematian Massal Ikan Keramba Danau Maninjau juga Terjadi di Koto Gadang Agam

Semakin Meluas Kematian Massal Ikan Keramba Danau Maninjau juga Terjadi di Koto Gadang Agam Ilustrasi - Dok. Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - kematian massal ikan keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, semakin meluas. Petani KJA di Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya juga melaporkan puluhan petak KJA milik mereka mati secara massal.

Kepala Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam Rosva Deswira mengatakan, siang ini pihaknya mendapat informasi dari Pemerintah Nagari Koto Gadang, puluhan petak KJA milik 25 petani dilaporkan mati.

Saat ini terpantau sebaran kasus kematian ikan ini sudah menyasar empat nagari yaitunya Koto Kaciak, Koto Gadang, Tanjung Sani dan Koto Malintang, dengan total kematian sekitar 362 ton.

"Total jumlah ikan yang mati sudah mencapai 362 ton lebih sejak sepekan terakhir. Nagari Koto Kaciak mencapai 300 ton, Tanjung Sani sekira 50 ton, Koto Gadang 10 ton dan Koto Malintang sekitar 2 ton," ujarnya merinci.

Dijelaskannya, peristiwa kematian ikan secara massal itu merupakan kondisi tahunan yang dialami pembudidaya ikan keramba Danau Maninjau.

Hal itu disebabkan naiknya sedimen di dasar danau, dipicu cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang yang sering terjadi beberapa hari terakhir.

"Zat-zat atau racun-racun dari dasar, naik kepermukaan. Sehingga menyebabkan ikan kehilangan keseimbangan dan mencelakai ikan hingga akhirnya mati," jelasnya

Terkait kondisi ini, instansi setempat sudah mengimbau para pembudidaya untuk tidak memasukkan bibit ikan ke KJA terutama pada musim penghujan atau cuaca buruk hingga Maret 2022 mendatang.

Selain itu, untuk tidak memperburuk kondisi perairan danau, DPKP Agam juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai ikan ke badan danau. 

"Bangkai ikan ini jangan dibuang ke danau, ini membuat air semakin tercemar. Bangkai ikan ini harus dipungut dan dikubur," ulasnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga