Emma Yohanna Sesalkan Kekerasan Seksual di Padang, Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Emma Yohanna Sesalkan Kekerasan Seksual di Padang Minta Pelaku Dihukum Maksimal Anggota DPD RI, Emma Yohanna

Covesia.com-Senator asal Sumatera Barat, Hj. Emma Yohanna sangat menyesalkan peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan secara berjamaah terhadap bocah di daerah Kota Padang.

Anggota DPD RI, Emma Yohanna meminta aparat hukum memproses seluruh pelaku dengan hukuman maksimal.

"Sangat disesalkan ya. Ditengah keseriusan pemerintah saat ini membuat aturan tentang perlindungan dari kekerasan seksual ini, malah terjadi di Padang, Sumatera Barat. Kami minta seluruh pelaku diberikan sanksi hukum yang maksimal. Agar memberikan efek jera," ujar Emma Yohanna saat dihubungi Covesia.com, Kamis (18/11/2021).

Emma Yohanna menilai dari kasus ini sangat diperlukan peran serta semua pihak agar tidak terjadi lagi kasus serupa.

"Tak hanya dengan aturan pemerintah atau Undang-undang saja. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan lingkungan masyarakat maupun keluarga harus selalu hadir dalam keluarga. Sebab peran serta semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah kejadian kekerasan seksual ini. Kami yakin banyak yang tidak terungkap akibat minimnya pelaporan," kata Emma.

Lebih lanjut kata dia sebagai daerah yang kental dengan adat budaya dan agama, perlu dievaluasi implementasi nilai-nilai agama ditengah masyarakat.

"Sumatera Barat sangat dikenal akan kentalnya adat, budaya dan Agamanya (Islam). Ini tentu bisa jadi koreksi bagi kita semua bahwa dengan kejadian ini ada indikasi menipisnya nilai agama ditengah-tengah masyarakat. Maka dari itu Pemerintah Daerah perlu mengevaluasi semua program yang berjalan. Agar kembali maksimal sampai ke lingkungan keluarga," katanya.

Ia juga menilai perkembangan teknologi yang semakin pesat bisa menjadi tantangan baru bagi daerah dalam menyiapkan mental generasi muda agar tidak terpengaruh dengan budaya lain (negatif).

"Paling utama pendidikan anak berasal dari keluarga. Keluarga harus menjadi tempat aman bagi anak. Peran Dinas terkait diperkuat dalam memberikan edukasi pendidikan keluarga. Tokoh agama juga lewat ceramah perlu penekanan dalam meningkatkan Imtaq masyarakat. Begitupun disekolah agar edukasi terhadap anak tersampaikan dengan baik. Agar bisa tumbuh sampai dewasa jauh dari perbuatan tercela seperti ini," katanya.

Sebagaimana diketahui, kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat.

Korban merupakan kakak beradik yang berusia 5 dan 7 tahun yang telah menjadi korban kekerasan seksual oleh kakek, paman seta kakak dan tetangga korban.

Jumlah pelaku 6 orang dan 4 orang diantaranya sudah ditahan terdiri dari Kakek kandung korban, paman dan kakak kandung korban, serta sepupu korban.

Kedua korban mendapat serangan kejahatan seksual dihari yang berbeda oleh para pelaku.

Pertama yang melakukan adalah Kakek korban kemudian di hari berikut dilakukan oleh 5 pelaku berikutnya.

Perbuatan pelaku terungkap setelah korban mengadu ke tetangga. Kedua korban tidak tidak melaporkan karena takut dan diancam pelaku. 

Namun tetangga korban kemudian berkoordinasi dengan RT setempat lalu melaporkannya kejadiannya ke Mapolresta Padang.

Haasil visum menunjukkan ada kerusakan serius di alat vital korban di Vagina dan anus korban.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga