Dua Bocah Jadi Korban Pencabulan di Padang, Nurani Perempuan: Tak Ada Lagi Ruang Aman Bagi Anak!

Dua Bocah Jadi Korban Pencabulan di Padang Nurani Perempuan Tak Ada Lagi Ruang Aman Bagi Anak Direktur WCC Nurani Perempuan, Rahmi Merri Yenti (Foto: dok. Covesia - Laila)

Covesia.com - Kasus kekerasan seksual yang dialami dua anak di Kota Padang  turut menjadi perhatian Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Padang. Apalagi sebagian besar pelaku adalah keluarga korban, Kakek, Paman dan Kakaknya. 

"Melihat kasus ini membuat kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Tidak ada ruang aman lagi bagi korban, bahkan di rumahnya sendiri," ungkap Direktur WCC Nurani Perempuan, Rahmi Merri Yenti saat dihubungi Covesia.com, Kamis (18/11/2021). 

Menurutnya hal tersebut bisa terjadi tak lain karena masih minimnya pengetahuan si anak terkait tubuhnya, selain usianya masih kecil kemungkinan juga tidak ada yang mendidik tentang itu. 

Dengan ketidaktahuan korban, pelaku menggunakan kesempatan itu untuk melakukan tindakan kekerasan. Di sini jelas pelaku yang bermasalah. Bagaimana seseorang yang harusnya melindungi malah melakukan tindakan kekerasan. 

Kemudian kontrol sosial di masyarakat juga perlu. Tapi di kasus ini bahkan tetangga juga melakukan kekerasan terhadap korban yang masih kecil. 

"Mereka tau anak ini tidak berdaya, sehingga terjadi hal yang demikian. Harus ada penanganan serius ke depan, tidak hanya menghukum pelaku tapi juga pemulihan untuk korban secara komprehensif, baik pemulihan psikologi, pemulihan trauma, dan pengetahuan tentang tubuhnya," jelas Merri.

Dia berharap keluarga tetap berpihak kepada korban dan tidak melindungi pelaku." Mereka masih kecil, harus didukung, dan dilindungi," tambahnya. 

"Kita harapkan pelaku dihukum lebih berat, kalau proses hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, kita berharap pelaku dapat hukuman yang lebih berat karena mereka harus menjaga dan malah merusak," ujarnya. 

Tak hanya itu Merri juga berharap RUU PKS segera disahkan agar korban terlindungi. Pelaku selain dihukum juga perlu dilakukan rehabilitasi agar tau yang mereka lakukan itu salah. 

Diberitakan sebelumnya Jajaran Satreskrim Polresta Padang ringkus para pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, di kawasan Mata Air, Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dari data yang dihimpun, dua bocah beradik kakak yang berumur 5 dan 7 tahun dicabuli oleh sang Kakek, Paman, serta Kakak hingga tetangga korban.

Jumlah pelaku ada 6 orang dan baru berhasil diringkus 4 orang, yang terdiri dari Kakek, Paman, Kakak dan Sepupu korban," ungkap Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Rabu (17/11/2021).

(ila/don)


Berita Terkait

Baca Juga