Bersalam-salaman di Tahun Baru, Tradisi Keagamaan di Sirilogui Mentawai

Bersalamsalaman di Tahun Baru Tradisi Keagamaan di Sirilogui Mentawai Bersalam-salaman, tradisi umat kristiani di Sirilogui Mentawai, Sumatera Barat saat menyambut tahun baru 1 Januari, kebiasaan ini juga turut dihadiri umat dari agama lain (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kabupaten Kepulauan Mentawai selain kaya akan keindahan alamnya,  tetapi juga memiliki berbagai macam tradisi yang dilakukan turun-temurun.

Salah satunya tradisi keagaman yaitu 'bersalaman di tahun baru' yang dilakukan usai ibadah di awal tahun baru tersebut. Salah satu daerah yang melaksanakan tradisi ini ialah Desa Sirilogui, Kecamatan Siberut Utara.

Tradisi bersalaman merupakan tradisi yang dilakukan dengan berjabat tangan satu sama lain, baik agama protestan, katolik, Islam maupun agama lainnya yang ada di daerah tersebut. Tradisi ini dilaksanakan sebagai wujud  bermaaf-maafan antarsesama. 

Seorang warga, Johanes Siribere (55) mengungkapkan bahwa tradisi bersalaman dilakukan setiap tahun tepatnya pada awal tahun baru. Pelaksanaannya setelah ibadah hari itu, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersalaman yang diawali dari para penatua (ketua) gereja yang berbaris di tepi jalan.

"Kita setiap tanggal 1 Januari selalu melakukan kebaktian di gereja. Setelah kebaktian itu, kita lanjutkan dengan bersalaman dengan semuanya baik agama protestan, katolik maupun islam. Bersalaman Ini bentuk  bermaaf-maafan kita untuk semuanya. Kegiatannya dimulai dengan pendeta dan para penatua gereja yang berbaris di pinggir jalan, kemudian diikuti oleh jemaat untuk memulai salam-salaman," ucapnya pada Covesia.com melalui telepon, Senin (15/11/21).

"Kebetulan di kampung kita ini dominan agama protestan, jadi kegiatan bersalaman dimulai dari jemaat protestan kemudian diikuti oleh agama katolik dan islam," imbuhnya lagi.

Selain Johanes, ada juga seorang warga, Sarania Sakukut (53) yang mengatakan kalau kegiatan bersalaman tersebut tidak hanya sekedar bersalaman saja tetapi juga diikuti dengan ibadah singkat yang dilakukan siap bersalaman.

"Hari itu kita tidak hanya bersalaman saja, tetapi juga kita adakan ibadah singkat wujud rasa syukur kita bisa melewati tahun lalu dan menyambut tahun baru. Setelah bersalaman kita berkumpul di lapangan, lalu kita memulai ibadahnya dengan menyanyikan lagu pujian, terus pendeta atau orang yang dituakan di kampung kita memberikan nasihat untuk semuanya, kemudian diakhiri dengan doa bersama," katanya via telepon.

Sarania juga menjelaskan bahwa tradisi bersalaman sudah ada sejak masuk agama dan tradisi ini masih tetap dilestarikan hingga saat sekarang. Dan pelaksanaannya masih tetap sama. Namun, jika pada hari itu suasana  tidak memungkinkan untuk berkumpul di lapangan, seperti hari hujan maka pelaksanannya dilakukan di dalam gereja saja.

"Sampai saat ini, kegiatan bersalaman ini masih kita lakukan. Meskipun hari hujan, kita tetap melaksanakannya tetapi bukan di lapangan, cukup di dalam gereja saja," jelasnya.

(mmg: maria adriana)

Berita Terkait

Baca Juga