Kisah Pilu Veteran Asal Bukittinggi: Jadi Tentara di Usia 17 Tahun, Tak Terima Pensiun Hingga Kini

Kisah Pilu Veteran Asal Bukittinggi Jadi Tentara di Usia 17 Tahun Tak Terima Pensiun Hingga Kini Machmud, yang pada 1 Januari 2022 nanti tepat berusia 93 tahun adalah seorang tentara dengan pangkat Serma (Sersan Mayor)

Covesia.com - Di momen 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan menjadi hal yang berarti bagi seorang veteran asal Bukittinggi ini.

Machmud, yang pada 1 Januari 2022 nanti tepat berusia 93 tahun adalah seorang tentara dengan pangkat Serma (Sersan Mayor).

Diusia yang senja, ia masih bisa bercerita kisahnya yang pernah menjadi seorang tentara di usia 17 tahun di masa pemerintahan Soekarno-Hatta.

Ia pertama kali bergabung dalam pasukan Rimbaraya, Batalion Palupuah, Kompe Gadut-Agam. Kemudian ia mendapat kesatuan Gumarang dan dikirim ke Medan.

Selama menjadi tentara, Machmud juga pernah bertugas di Jawa Barat dan Aceh.

Namun sayang, meski pernah memiliki peran sebagai veteran Indonesia, Machmud tidak pernah terdaftar sebagai veteran Indonesia.

Pada tahun 1968, Machmud mengajukan pensiun namun hingga saat ini ia tidak pernah terdaftar sebagai veteran Indonesia bahkan tidak pernah menerima pensiunan.

"Sejak berdinas saya tidak pernah digaji sampai saya pensiun dan hingga saat ini," ucapnya.

Machmud kini hanya bisa berpangku pada kursi rodanya selama 15 tahun belakangan ini. Ia bersama istrinya Aniswati (69) hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan hidup sehari-hari, meski terkadang ada sanak saudara yang mengirimkan biaya sehari-hari.

Kendati demikian, Machmud tetap memiliki jiwa semangat veteran di kala ia menjadi seorang tentara pengamanan negara.

"Meski usia saya tua tapi semangat saya masih muda. Mudah-mudahan di momen Hari Pahlawan ini, Indonesia semakin jaya," kata Machmud kepada Covesia.com saat di sambangi di rumahnya di kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Rabu (10/11/2021).

Machmud bercerita, ia memiliki 4 orang istri, namun ketiga istrinya sudah meninggal dunia dan kini tinggal bersama istri keempat yang ia nikahi pada tahun 1977.

Usai pensiun, Machmud sempat berjualan batu cincin, menjadi seorang tabib, bekerja di pelabuhan di Padang dan penjaga keamanan sekolah. 

Saat ini Machmud hanya bisa terbaring di tempat tidurnya dan ia pun tidak bisa berjalan yang hanya bisa dibantu kursi roda. 

"Alhamdulillah masih ada istri yang setia pada saya, yang mengurusi saya. Saya mensyukuri apa yang ada sekarang," ujarnya.

Tak neko-neko, Machmud hanya mensyukuri istri yang setia selama 44 tahun mendampinginya.

(deb/adi)

Berita Terkait

Baca Juga