Berkah GoFood di Kala Pandemi Covid-19, Penjual Untung Pelanggan Bahagia

Berkah GoFood di Kala Pandemi Covid19 Penjual Untung Pelanggan Bahagia Warung Teras Kelapa di Jalan Bandar Purus, Padang Barat, Kota Padang, sebelum masa pandemi Covid-19. Foto: Dok. Covesia

Covesia.com – Mas Gagah, seperti biasanya, duduk sambil memberi instruksi kepada karyawan untuk melayani permintaan pelanggan yang datang ke “Teras Kelapa.” Sore yang juga tak berbeda dari sore-sore sebelumnya di Jalan Bandar Purus, Padang Barat, Kota Padang, pelanggan yang datang masih ramai. Ada yang memesan minuman kelapa muda, ada juga yang memesan “Bakso Solo Raya.”

Sesekali, di awal Januari 2020 itu, dia menatap layar telepon pintar di tangannya. Kadang “update” status aktivitas di warungnya ke media sosial, kadang baca-baca informasi terbaru yang sedang jadi perhatian. Tiba-tiba dia berkernyit!

Pemilik nama asli Nanang Sodikin, membaca informasi tentang penyakit seperti pneumonia, yang kemudian diberi sebutan Covid-19 oleh WHO, terjadi di Wuhan ibukota Provinsi Hubei, China. Awalnya, dia tidak terlalu ambil pikir soal penyakit yang konon asal-muasalnya masih misterius itu. 

Dua bulan berlalu, aktivitas di warung kelapa tervaforit di Kota Padang versi layanan aplikasi digital itu, masih tak berubah, ramai. Mas Gagah juga masih seperti biasa, memerhatikan gerak-gerik pelanggan sambil sesekali menginstruksikan karyawannya untuk segera memberi pelayanan terbaik. Sesekali juga dia menatap layar telepon pintar di tangannya. 

Pria 35 tahun itu kembali berkernyit. Dia membaca informasi terbaru yang kali ini harus jadi perhatian, serius! Pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo menyebut dua warga negara Indonesia (WNI) terjangkit virus Corona.  

Dia kali ini mulai berpikir lebih keras. Tentang dampak yang harus dihadapi, untuk dirinya, keluarga, karyawan, hingga pelanggan setianya. Seberapa buruk kemungkinan yang harus dihadapi? Dia memikirkan, kemungkinan buruk penularan virus yang terjadi dalam kerumunan pelanggannya.

“Soal rezeki aku nggak terlalu khawatir, tapi soal pelanggan ini. Warung kan biasanya ramai, jadi aku khawatir penularan antar pelanggan terjadi,” ungkapnya kepada Covesia.com beberapa waktu lalu. 

Waktu berjalan, Mas Gagah masih memikirkan langkah apa yang harus diterapkan, jika virus mematikan itu menulari warga Sumatera Barat, khususnya warga Kota Padang. Jelang akhir Maret 2020, kabar buruk itu pun datang. Lima warga Sumatera Barat, dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Satu diantaranya merupakan warga Kota Padang. 

Meski tidak langsung berdampak terhadap penjualan produk dagangannya, Mas Gagah tetap saja khawatir. Khawatir jika dalam keramaian di Teras Kelapa, ada salah satu pelanggannya yang membawa virus tersebut.  

“Langkah paling mudah adalah menyarankan karyawan dan setiap pelanggan menggunakan masker. Imbauan itu juga aku buat dalam bentuk spanduk kecil,” katanya.

Tetapi, lambat-laun, kunjungan ke warung usaha minuman dan kuliner miliknya tak lagi seramai biasanya. Menurutnya, ada kekhawatiran dari pelanggan, selain memang aktivitas di ruang publik yang mulai dibatasi, terutama yang memunculkan kerumunan. 

Dia juga mengaku, ada sedikit penurunan omzet dari kunjungan pelanggan yang tak lagi seramai biasanya. “Turun sekitar 20 sampai 30 persen dari biasanya,” ungkap Mas Gagah.

Namun, demi tetap mengutamakan kesehatan, sarjana Teknik Informatika ini lebih memilih mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. “Yang penting sehat dulu. Soal omzet dipikirkan nanti,” ujarnya.

“Untung jadi Partner GoFood!”

Beberapa bulan berjalan setelah kasus pertama Covid-19 terjadi di Kota Padang, Mas Gagah merasakan penurunan omzet penjualan di tempat. Dalam masa sebelum pandemi, omzet rata-rata per hari bisa mencapai lebih belasan hingga puluhan juta rupiah per hari. Omzet itu, katanya, akumulasi dari penjualan berbagai varian kelapa muda dan menu bakso serta mie ayam. 

Sejak pandemi Covid-19 terjadi, dan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), omzet tentu saja menurun cukup signifikan. Meski demikian, dia tidak berpikir untuk mengurangi jumlah karyawan yang sejak berdiri hingga sebelum pandemi sudah mencapai 30 orang.

“Tapi setelah dilihat-lihat lagi, justru penjualan secara ‘online’ di aplikasi GoFood meningkat cukup drastis,” ungkapnya.

Mas gagah mengatakan, peningkatan “orderan” via aplikasi itu terjadi ketika penyebaran virus semakin “menggila” di Kota Padang. Sementara, PPKM turut membuat kunjungan ke warungnya menurun. Dia seperti menemukan solusi agar angka penjualan tidak anjlok.

“Ini adalah jalannya. Di saat kunjungan ke warung menurun, ternyata lewat aplikasi GoFood, masalah teratasi,” sebutnya.

Dia mengingat, telah menjadi rekanan GoFood sejak awal 2018. Jauh sebelum virus Covid-19 menjangkiti warga Kota Padang. Berbagai promosi juga telah diikuti, sehingga beberapa penghargaan telah diperoleh dari Gojek. 

Teras Kelapa-Bakso Solo Raya, katanya, termasuk dalam jajaran 10 merchant di GoFood dengan penjualan tertinggi di Padang, hingga saat ini. Kerja sama dengan Gojek, khususnya lewat aplikasi GoFood, bagi Mas Gagah adalah langkah tepat yang mesti dilakukan olehnya, termasuk seluruh UMKM, khususnya kuliner di Nusantara.

“Penjualan lewat GoFood selama pandemi terus menanjak drastis hingga 100 persen. Untungnya lagi, itu bertahan sampai saat ini,” katanya. 

Promosi di aplikasi GoFood, menurutnya, sangat penting dan bahkan berpengaruh signifikan untuk meningkatkan penjualan. Mas Gagah mengungkapkan, dia cukup rutin mengikuti program promosi dari GoFood, hingga rekanan yang satu ini beberapa kali masuk daftar dan mendapat penghargaan merchant dengan promo terbanyak. 

Kabar baiknya lagi, dengan meningkatnya “orderan GoFood,” jumlah karyawan yang sebelumnya 30 orang, terus ditambah hingga mencapai 45 orang. “Masih ada berkahnya pandemi ini,” ujarnya singkat.

Sementara, katanya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, perlahan, kunjungan ke warung tetap terjaga dengan baik, sehingga pendapatan secara “offline” juga semakin membaik. 

“Yang Viral yang Dicari!”

Memang tak semua usaha kuliner ketiban rezeki di kala pandemi, seperti yang dialami Mas Gagah. Malah, banyak yang harus mengurangi jumlah karyawan lantaran dampak pembatasan aktivitas di masyarakat. 

Meski pandemi Covid-19 mencekik usaha rakyat, tetapi masih ada jalan yang bisa ditempuh untuk tetap mempertahankan bahkan memanfaat peluang, sekecil apapun yang ditemukan.

Peluang ini ternyata tak disia-siakan Mas Gagah. Informasi tentang pentingnya meningkatkan imun tubuh lewat konsumsi makanan atau minuman berkhasiat, ternyata menjadi kabar positif yang mesti diterjemahkan dengan baik.

“Aku buat kelapa muda ini tidak sekadar minuman ‘sederhana,’ tetapi diinovasikan dengan varian rasa dan kandungan buah-buahan yang beragam,” katanya.

Maka, terciptalah varian unik dari kelapa muda, seperti; coconut jelly drink (kelapa muda dicampur agar-agar), coconut ice cream (kelapa muda dicampur es krim dan buahan), coconut salad (kelapa muda dicampur berbagai buah-buahan). Selain itu juga ada kelapa muda dengan varian rasa seperti lemon, jeruk peras, jeruk nipis, madu dan lainnya.

Dia juga memvariasikan menu bakso menggunakan batok kelapa muda. Maka munculnya bakso batok kelapa. Makanan kekinian yang juga memiliki manfaat tinggi untuk kesehatan dan imun tubuh juga dibuat. Lobster yang dibalut adonan bakso, maka terciptalah bakso lobster.   

Dia mengatakan, beberapa varian menu tersebut sempat viral di media sosial, bahkan ditayangkan dalam pemberitaan televisi lokal maupun televisi swasta nasional. 

“Coconut ice cream, coconut jelly drink sampai bakso lobster, menjadi menu andalan di saat pandemi ini,” ungkapnya. 

Mas Gagah adalah salah satu pemilik usaha kuliner yang merasakan dampak baik dari bekerja sama dengan Gojek, lewat aplikasi GoFood. Baginya, layanan platform digital seperti GoFood secara nyata memberi profit jangka panjang. 

“Bukan untuk sebelum, atau saat pandemi saja, aku percaya, platform digital GoFood mampu menjadi andalan dalam berbagai kondisi. Platform digital itu menghilangkan batasan ruang dan waktu, itu sekarang nyatanya,” sebutnya.

Ketiban Berkah Promo dari Gojek

Sudah tidak asing lagi, Gojek dengan berbagai layanan digitalnya banyak memberi kemudahan bagi konsumen di Indonesia. Sebelum masa pandemi, setiap konsumen pemegang aplikasi Gojek, pasti menemukan berbagai voucher promo, mulai dari diskon produk dan layanan, hingga gratis ongkos kirim. 

Apalagi di saat pandemi Covid-19 melanda. Aktivitas di luar rumah menjadi terbatas. Keinginan untuk bepergian terhalang ketakutan penularan virus. Rasa rindu menikmati makanan vaforit jadi tertahan. Apakah ini benar-benar penghalang? Ternyata tidak! Sebab, Gojek memberi jalan keluar dari persoalan itu. 

Hal itu yang dirasakan salah satu pengguna Gojek, Meli Methalia (35). “Ketika anggaran lagi seret, eh, ternyata saya punya voucher diskon GoFood sampai 70 persen. Untung banget, selain harga beli makanan lebih murah, makanan yang dipesan tinggal ditunggu di rumah saja. Aman, nyaman dan nggak bikin kantong bolong,” ungkapnya. 

Di sisi lain, ada 5 layanan Gojek pada masa awal pandemi (Maret – Mei 2020) yang menjadi andalan bagi masyarakat di Indonesia, seperti dikutip dari laman gojek.com.

1. Layanan pesan-antar makanan dan belanjaan (GoFood dan GoMart)

Layanan GoFood dan GoMart di masa pandemi mencatat transaksi pembelian yang naik signifikan 3 hingga 4 kali lipat dalam 1 bulan. 

2. Layanan dompet digital (GoPay). Pada Ramadan 2020, fitur transfer saldo GoPay ke sesama pengguna naik 4 kali lipat dibanding tahun lalu. Peningkatan itu juga terjadi di platform investasi reksadana, Bibit.id, yang naik 2 kali lipat. Selain itu juga ada pembelian kupon games dengan GoPay mengalami puncak kenaikan sebesar 3 kali lipat pada Mei 2020 dibanding bulan biasa. GoPay juga sering dipakai untuk transaksi di platform Halodoc (GoMed) yang naik 2 kali lipat pada Maret hingga Mei 2020. 

3. Layanan donasi digital (GoPay dan GoGive)

Pada periode Maret hingga Mei 2020, total donasi yang disalurkan menggunakan GoPay mencapai Rp45 miliar atau naik dua kali lipat dibandingkan periode sebelum pandemi. Pengguna Gojek turut berbagi kepada mitra driver lewat tip di akhir layanan yang mencapai total Rp77,6 miliar pada periode yang sama atau naik dua kali lipat selama pandemi.

4. Layanan streaming dan hiburan: GoGames, GoPlay dan GoTix

Jumlah sesi permainan di platform GoGames naik 64 kali lipat. Di platform GoPlay, juga naik 10 kali lipat selama bulan Maret hingga Mei 2020. Jumlah acara di platform GoTix juga meningkat drastis hingga 32 kali lipat, terutama untuk acara konser musik dan seminar.

5. Layanan pengiriman barang (GoSend)

Jumlah pesanan layanan GoSend naik hampir 90%. Selama bulan Ramadan 2020, di mana lebih dari 80 persen transaksi GoSend adalah untuk mengantar makanan dan minuman. 

Keunggulan lima layanan di atas telah terbukti memberi dampak baik pada sebagian besar aktivitas di masyarakat. Itu baru di awal pandemi. 

Hingga saat ini, Gojek terus memberi berbagai kemudahan lewat berbagai program dan promo yang ditujukan untuk memulihkan kesehatan dan membangkitkan perekonomian masyarakat selama masa pandemi Covid-19. 

Pendemi Covid-19 nyata-nyata telah merontokkan berbagai sendi perekonomian di masyarakat. Kontribusi layanan digital saat ini tak dapat ditampik sudah menjadi andalan untuk bangkit bersama di masa pandemi. Pastinya, dalam setiap kesulitan, ada kemudahan. Dalam setiap hambatan, pasti ada jalan!

Berita Terkait

Baca Juga